Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Ekonomi
 
12/10/2008 - 16:50
Bakrie Akan Jual 10% Saham BUMI
Teguh Rachmanto

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers (BNBR) mempertimbangkan untuk menjual asetnya, termasuk 10% saham PT BUMI Resources (BUMI). Hal ini dilakukan untuk membayar utang perseroan sebesar US$ 1,2 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Presdir PT Bakrie & Brothers Nalinkant A. Rathod di Jakarta, Minggu (12/10).

Menurutnya, Bakrie & Brothers saaat ini tengah mengupayakan percepatan pembayaran utang setelah nilai BUMI dan saham-saham kelompok Bakrie lainnya jatuh selama sepekan terakhir ini.

Hingga kini total utang BNBR mencapai US$ 1,2 miliar yang dijaminkan dengan kekayaan perusahaan sebanyak US$ 6 miliar termasuk 6 perusahaan anaknya.

Aksi lepas saham telah menurunkan nilai saham BUMI sebesar 32% pada 6 Oktober lalu, sebelum akhirnya perdagangan di Bursa Efek Indonesia disuspensi. Kondisi itu memicu keprihatinan bahwa kelompok Bakrie akan gagal memenuhi kewajibannya ke sejumlah Bank termasuk JPMorgan Chase & Co dan ICICI Bank Ltd.

"Itu akan menyulitkan untuk mendapatkan dana asing jika mengacu pada kondisi pasar saat ini," ujar Adrian Rusmana, Head of Research di PT HD Capital.

Menurut dia, jika penggalangan dana itu berhasil, itu akan menjadi positif terhadap nilai sahamnya. Namun, jika gagal itu akan makin menyulitkan kelompok usaha ini, tutur Adrian.

Adapun 10% saham BUMI itu diperkirakan senilai US$ 424 juta saat saham itu diperdagangkan sebelum disuspensi.

Namun, lanjut Rathod, ketika pasar sudah kondusif, pihaknya siap untuk memburu kembali saham-saham yang dilepasnya itu untuk membatasi dilusi Bakrie & Brothers. Selain untuk tetap menguasai perusahaan tambang batu bara terbesar di Asia itu.

"Sejak saya memiliki portofolio perusahaan dan sejak saya memiliki utang, daripada saya dalam keadaan sulit, lebih baik saya mendilusi diri saya sendiri," kata Rathod.

Bakrie & Brothers memiliki sekitar 35% saham di BUMI. Keluarga Bakrie memiliki langsung sekitar 4% saham di perusahaan tambang itu. BUMI kemungkinan mengeluarkan dana sebesar US$ 1 miliar untuk membeli kembali 20% sahamnya.

Saham-saham perusahaan kelompok Bakrie disuspensi oleh otoritas bursa pada Selasa (7/10) pekan lalu, sehari sebelum perdagangan BEI dihentikan sementara. Saat disuspensi, saham BUMI terpantau anjlok 75% setelah sempat mencapai level tertingginya pada 12 Juni.

Saat ini Bakrie tengah melakukan negosiasi dengan 5 pembeli potensial termasuk Mitsubishi Corp. Adapun Mitsubishi tahun lalu membeli 25% saham di area tambang gas alam Kangean di Jawa Timur dari PT Energi Mega Persada, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Bakrie. (E2)

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !