
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(ist)
INILAH.COM, Jakarta - Saat ini, untuk mengatasi masalah di kelompok usaha Bakrie, mungkin penjualan sebagian saham PT Bumi Resources (BUMI) adalah jalan yang terbaik.
"Penjualan BUMI sepertinya merupakan jalan keluar terbaik bagi kelompok Bakrie," kata Erwan Teguh, head of research di CIMB-GK Securities Pte di Jakarta akhir pekan ini.
Erwan melihat bahwa apa yang terjadi di BUMI telah menjadi acuan bagi kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI), yang tercermin dari terjadinya gonjang ganjing lantai bursa ketika masalah mendera perusahaan tambang batubara itu. Apalagi saham-saham kelompok Bakrie menyumbang sekitar sepertiga nilai transaksi harian di lantai bursa.
BUMI mulai mengalami tekanan jual ketika saham ini dijadikan jaminan pinjaman Bakrie & Brothers (BNBR), seperti juga afiliasi Bakrie lainnya seperti PT Energi Mega Persada dan PT Bakrie Sumatera Plantations.
Saham BUMI mencapai level tertingginya pada 12 Juni lalu yang sebesar Rp 8.550 per saham, menjadi perusahaan tambang itu sebagai perusahaan paling bernilai di Indonesia dan selalu tampil sebagai penyumbang nilai dan volume perdagangan tertinggi di lantai bursa.
Namun, setelah itu para pemegang saham harus menanggung rugi hingga US$ 13 miliar setelah harga saham BUMI terus merosot, yang diperkirakan telah jatuh sebesar 75%.
Saham-saham perusahaan kelompok Bakrie disuspensi pada 7 Oktober lalu, sehari sebelum Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara perdagangannya akibat jatuhnya indeks harga saham secara drastis akibat panic selling terkait krisis keuangan yang melanda AS.
Bakrie telah meminta otoritas bursa untuk memperpanjang masa suspensi saham-saham kelompok Bakrie hingga transaksi penjualan saham di sejumlah perusahaan afiliasinya selesai pekan ini.
Bakrie saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan lima pembeli potensial, termasuk Mitsubishi Corp., yang tahun lalu membeli 25% saham di area gas alam Kangean, Jawa Timur, dari PT Energi Mega Persada, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Bakrie.
BUMI telah melepas 30% sahamnya di tambang batubara di Kalimantan kepada Tata Power Ltd. tahun lalu.
Sementara itu, Avenue Capital Group, perusahaan dana lindung nilai asal AS yang memiliki 25% saham di PT Bakrieland Development, kemungkinan meningkatkan kepemilikannya di perusahaan pengembang itu.
Sejumlah perusahaan di kelompok Bakrie menyatakan akan melakukan pembelian kembali saham sebanyak 20% setelah pemerintah melonggarkan aturan buyback guna mendongkrak kembali kinerja bursa saham domestik yang ambruk.[L2]
- Upaya Bank Sentral Redam Inflasi, Tekan Bursa Asia
- MI Usul Batas KPD Rp5-15 M
- Inilah Daftar 10 Top 'Foreign Buy' Saham
- Fuad: Investor Harus Hati-hati
- Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp7,16 T
- Kim Eng Securities Lepas 14 Jt Saham GJTL
- Awal Pekan, Tiga Sektor Jatuhkan IHSG
- Matahari Gelar RUPS Independen Jumat Ini
- Laba Bersih SGRO Anjlok 35,89%
- Bapepam Resmi Restui RUPS Independen MPPA
- Tertekan Suku Bunga, IHSG Makin Turun 40,5 Poin
- ITMG Alokasikan 'Capex' US$100 Jt di 2010
- BEI Harap XL Axiata 'Disclosure' Harga Teoritis
- BUMI Tergelincir Kasus Pidana Pajak
- TPIA Bagi Dividen Rp50 per Saham












