

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta- Dampak krisis keuangan global memaksa peemrintah untuk mengubah asumsi RAPBN 2009. Pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6,1% dari rencana sebelumnya 6,3%.
Hal ini diutarakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara rapat kerja dengan panitia anggaran DPR. Selain angka pertumbuhan ekonomi, asumsi-asumsi makro ekonomi lainnya juga ikut diubah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diubah dari sebelumnya Rp9150 per dolar AS menjadi Rp9500 per dolar AS, inflasi dinaikkan dari 6,2% menjadi 7,0%, suku bunga BI Rate juga dinaikkan dari 8,0% menjadi 8,5%.
Turunnya harga minya dunia juga mengubah asumsi harga minyak di RAPBN 2009 dari rencana sebelumnya 95 dolar per barel dan diusulkan diturunkan ke angka 85 dolar per barel. "Alasan perubahan ini karena kita ingin menyesuaikannya dengan krisis ekonomi global yang terjadi di AS, Eropa, dan Asia. Ini tentunya akan berdampak pada postur dan sumber pembiayaan APBN, sehingga asumsi makro ekonomi juga harus diubah," katanya.[L5]
- Suku Bunga The Fed Picu Rupiah Meroket
- Sentimen The Fed, Rupiah Sore Naik Rp50 Poin
- Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
- ANTA Catatkan Laba Bersih Naik 37%
- Rupiah Pagi DIbuka Menguat 5 Poin
- Usai Liburan, Rupiah Akan Menguat
- Faktor Teknis, Picu Rupiah Koreksi Tipis
- Rupiah Sore Ditutup Melemah 15 Poin
- Kejar Pajak hingga Luar Negeri!
- Rupiah Pagi Dibuka Stagnan
- Jelang Libur, Rupiah Bersiap Menguat
- JIBOR Rate Naik, Rupiah Melambung
- Rupiah Sore Ditutup Naik 35 Poin
- Revaluasi Yuan Dukung Penguatan Rupiah
- Rupiah Pagi Dibuka Menguat 20 Poin
Kurs BI :












