

(inilah.com /Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, aksi terorisme di Tanah Air tidak mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri karena Indonesia adalah bangsa yang besar dan kuat dalam menghadapi aksi tersebut.
Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraannya pada rapat paripurna di Jakarta, Jumat (14/8). "Kita bisa lihat hari ini nilai rupiah dan indeks harga saham kita justru semakin menguat. Berbagai kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat lainnya terus berjalan semakin marak," terang SBY.
Ia melanjutkan, bahwa negara tidak boleh dan tidak akan kalah melawan terorisme. Ia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi mesti terus dijaga dan tingkatkan. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi harus topang oleh kemampuan bangsa. [san/cms]
- Laba UOB Indonesia 2009 Naik 19,3%
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot
Kurs BI :












