

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Setelah sembilan tahun mengabdi sebagai Menteri ESDM, tibalah saatnya bagi Purnomo Yusgiantoro untuk meninggalkan kursi empuknya itu.
Purnomo pun tak lupa menghaturkan doa kepada Yang Kuasa, berterimakasih atas kesempatan yang diberikan. "Sebelum meninggalkan kursi, saya selalu mengucapkan tiga wujud doa. Pertama, semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa saya, kedua semoga masuk surga, dan ketiga semoga tidak masuk neraka," kata Purnomo di Jakarta, Jumat (16/10).
Purnomo juga mengungkapkan permohonan maafnya kepada para wartawan. "Saya mohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan saya selama ini bersama wartawan semuanya. Sebagai manusia biasa tentunya saya tidak luput dari salah dan dosa," jelasnya.
Ketika ditanya apakah sudah dipanggil Presiden atau belum, Purnomo hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan wartawan. "Saya tentunya tidak ingin untuk terus saja bertahan di sini, saya tidak ingin dianggap setelah duduk enggan untuk bergeser lagi. Karenanya saya sudah mempersiapkan diri untuk mengabdi di sekolah saya dulu, menjadi dosen. Saya ini sejak tahun 2002 sudah menjadi guru besar ekonomi pembangunan.
Tetapi kalau saya masih di birokrasi saya katakan guru besar tidak bisa dipakai. Karena seorang professor, itu gelar profesornya hanya dipakai kalau di kampus,' ujarnya.
Namun Purnomo mengakui jika nantinya diangkat kembali, baginya penempatan di mana saja itu amanah dan kehormatan. "Sehingga kalau nggak kepilih saya pasti kembali ke kampus," tukasnya.
Sekarang saja, lanjut Purnomo, dia sebetulnya sudah mengajar dua mata kuliah di ITB, satu untuk pendidikan S2, dan satunya lagi untuk S2 para dosen. "Tetapi sampai
sekarang belum dimulai karena sangkin sibuknya. "Jadi kalau saya tidak terpilih saya tidak akan frustrasi," terangnya.
Dia juga mengutarakan akan menerbitkan sebuah buku tentang perekonomian Indonesia yang akan diterbitkan dalam waktu dekat. "Kalau ditanya kemana, saya belum tahu. Tanya dulu pada rumput yang bergoyang," tukasnya.
Dikabarkan Purnomo Yusgiantoro akan ditempatkan SBY sebagai Menko Perekonomian mengingat pengalamannya sebagai menteri ekonomi yang sudah cukup lama. [cms]
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro
- PTBA-Pertamina Jalin MoU Proyek Sasol
- Weleh! Minyak Sedikit Merosot
- SINGA Suplai Gas 50 MMSCFD Tutupi Defisit
- Defisit Gas PGN Akibat Kurangnya Suplai Gas dari Conoco
- Pertamina dan Mitranya Evaluasi Cadangan Blok Hanoi
- Karen: Pertamina Percayakan Ekspor-Impor Migas ke Petral-Platts
- Proyek RFCC Selesai, Pertamina–Mitsui Pisah
- Pemerintah Bentuk Tim Kaji Proyek Natuna D Alpha
- Dana Proyek Gas Kota 2010 Capai Rp188M
Kurs BI :












