
INILAH.COM, Jakarta – Meski harga minyak terkoreksi ke level US$72 per barel , saham BUMI, Senin (1/2) diprediksikan menguat. Pasar mengantisipasi inflasi dan laporan keuangan 2009. Trading buy BUMI!
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini dipcu aksi beli pasar sebagai antisipasi dirilisnya inflasi siang nanti dan laporan keuangan perseroan kuartal keempat 2009.
Di sisi lain, koreksi harga minyak ke level US$72 per barel justru bisa menopang saham ini karena adanya harapan pembalikan arah menguat di komoditas ini. “Karena itu, BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.575 dan Rp2.300, hari ini dan 2.250 untuk pekan ini sebagai level support-nya,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Jumat (29/1) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,94%) menjadi Rp2.475 dengan intraday Rp2.552 dan Rp2.450. Volume transaksi mencapai 184,2 juta unit saham senilai Rp457,3 miliar dan frekuensi 4.619 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Menjelang pengumuman inflasi siang nanti, bagaimana pergerakan saham BUMI?
BUMI masih berpotensi menguat hari ini. Bisa saja pasar melakukan aksi beli sebagai antisipasi pasar atas inflasi yang diekspektasikan masih terkendali di level rendah. Pasar juga mengantisipasi rilis BI rate, yang sinyal positifnya sudah didahului The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 0-0,25%. Pelaku pasar juga mengantisipasi laporan keuangan 2009 dari saham ini.
Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.575 dan Rp2.300, hari ini dan 2.250 untuk pekan ini sebagai level support-nya. Namun, jika melihat sentimen market saham ini cenderung datar. Sebab, pada saat bursa Eropa naik kencang 1,5%, bursa AS full back lagi. Setelah naik, masih naik kembali tapi terbatas.
Tapi, secara teknikal, BUMI dan indeks secara keseluruhan berpeluang pull back ke atas sambil mengantisipasi laporan keuangan emiten-emiten di 2009. Apalagi, jika melihat inflasi yang sudah diperkirakan akan terkendali, indeks berpeluang menguat. Asing sendiri, meski masih net sell namun sudah mulai terbatas.
Bagaimana dengan koreksi harga minyak ke level US$72 per barel
?
Koreksi harga minyak justru akan memicu market bergerak pull back ke atas, termasuk BUMI. Sebab, setelah harga minyak turun, akan terjadi pembalikan arah menguat. Setelah turun terus diangkat lagi. Karena, dari sisi korporasi, BUMI juga belum mengeluarkan aksi baru. Akibatnya, laju saham ini akan mengikuti pola berdasarkan rekomendasi analis.
Terkait rencana rights issue pun, belum ada keterangan resmi dari perseroan apakah benar akan dilaksanakan atau tidak. Kalau rights issue itu jadi dilakukan, tentu akan berpengaruh di market. Tapi, pelaku pasar saat ini berekspektasi atas peluang positifnya laporan keuangan BUMI untuk kuartal keempat 2009. Berkaca pada laporan keuangan kuartal ketiga, seharusnya pada kuartal keempat BUMI positif. Apalagi, harga batubara sempat berada di atas US$100 per metrik ton di Newcastle.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomndasikan ‘beli’ jika BUMI menyentuh level support dan ‘jual’ jika menyentuh level resistance-nya. [jin/ast]
- Bayu Aji
BUMI Menguat Perlahan Tapi Pasti - Ukie Jaya Mahendra
Faktor Pajak, Tak Jadi Hambatan BUMI - Willy Sanjaya
Transaksi Tipis, BUMI Tetap Naik - Irwan Ibrahim
Asing Bertahap Akumulasi BUMI - Willy Sanjaya
BUMI Menuju Rp3.200 Hingga Juni - Gina Novrina Nasution
BUMI Menguji Level ‘Resistance’ Rp2.600 - Ukie Jaya Mahendra
BUMI Akan ‘Rally’ - Irwan Ibrahim
Target BUMI Rp3.200 Akhir Maret Ini - Willy Sanjaya
Valuasi BUMI Masih Sangat Murah - Arga Paradita Sutiono
Asing Mulai ‘Net Buy’ di BUMI - Gina Novrina Nasution
BUMI ‘Oversold’, Siap Menanjak - Ukie Jaya Mahendra
Pemakzulan Tak Tekan BUMI - Irwan Ibrahim
Pemakzulan SBY Picu BUMI Konsolidasi - Nugroho Setiadarma
Ekspansi dengan Investasi Termahal - Veronica Tjong
Pancious, Hanya Berbekal Hobi Makan
Kurs BI :












