Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Wawancara
 
05/02/2010 - 09:58
Willy Sanjaya
BUMI Aset Jaminan Waran? Itu Rumor!

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada Jumat (5/2), masih akan menguat. Kabar bahwa emiten ini dijadikan aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia, dianggap rumor belaka.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menilai adanya keanehan pada berita bahwa BUMI dijadikan aset jaminan waran di Bursa Malaysia. Kabar itu dianggap sengaja dihembuskan pihak tertentu yang ingin menjatuhkan harga saham ini.

“Berita itu keluar bukan dari manajemen BUMI. Itu hanya kerjaan orang yang iri saham BUMI menguat. Di tidak menginginkan kenaikan di saham ini,”ujarnya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Kamis (4/2) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,96%) menjadi Rp2.575 dengan intraday Rp2.625 dan Rp2.525. Sedangkan volume transaksi mencapai 143,8 juta unit saham senilai Rp371,6 miliar dan frekuensi 3.729 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana Anda memprediksikan pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?

Ada potensi pengautan. Salah satunya penyebabnya adalah laporan keuangan perseroan yang akan dirilis pada pertengahan Februari ini. Sebagaimana ADRO (PT Adaro Energy) laporan BUMI pun akan positif. Penguatan BUMI juga ditopang hari jadi BNBR (PT Bakrie and Brothers) pada 10 Februari 2010 yang selalu memberikan kejutan.

Apakah sentimen market mendukung penguatannya?

Dari sisi sentimen, market hari ini masih berpeluang cenderung positif. Hal ini dipicu oleh keputusan BI yang mempertahankan BI rate di level 6,5%. Hal ini akan memicu ekspektasi perusahaan-perusahaan publik untuk melakukan ekspansi sehinga positif bagi indeks. Apalagi, jika bursa regional mendukung.

Profit taking akhir pekan bagaimana?

Justru itu, saham ini juga mendapat peluang dari faktor hari Jumat yang selalu ada pergerakan istimewa di saham-saham The Seven Brothers. Para hedge fund kemungkinan melakukan aksi beli, justru saat orang melakukan profit taking akhir pekan. Karena itu, akhir pekan selalu terjadi kenaikan tinggi maupun pelemahan tajam.

Bagaimana dengan sentimen grupnya?

Akan positif. Sebab, sentimen dari saham-saham di grupnya, terutama PT Bakrie Telecom (BTEL) yang laporan keuangannya diperkirakan positif. Secara teknikal pun, BUMI berpeluang naik karena terdapat garis petemuan antara pola penguatan dan bottom-nya yang sangat kuat. Hal itu menandakan daya tahan turunnya sudah terbentuk. Karena itu, yang akan terjadi BUMI akan terdorong ke atas.

Pengaruh dari saham BUMI yang menjadi aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia?

Saya tidak mempercayai berita itu. Memang diberitakan, saham BUMI menjadi jaminan covered waran yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis coverred warrant dengan underlying asset saham BUMI. Tapi kan, berita ini tidak berasal dari BUMI sendiri.

Menurut anda, ini hanya rumor belaka?

Ya. Saya justru melihat keganjilan dari berita ini. Sebab, bursa Malaysia bukanlah bursa terbuka dan keluar masuknya uang pun di negera itu sangat ketat. Bagaimana bisa dicairkan di Malaysia. Di Indonesia sendiri mana pernah ada BUMI waran. Berita itu keluar bukan dari manajemen BUMI. Itu hanya kerjaan orang yang iri saham BUMI menguat. Di tidak menginginkan kenaikan di saham ini.

Lalu, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?

Saya rekomendasikan strong buy untuk BUMI dengan target Rp3.250 di Februari ini. [jin/ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !