

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin sore makin terpuruk menjauhi angka Rp9.400 karena pelaku terus khawatir dengan ekonomi global yang melambat dan diperkirakan akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot menjadi Rp9.420-Rp9.430 per dolar, dibanding penutupan akhir pekan lalu pada Rp9.389-Rp9.390 atau turun 40 poin.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar berlanjut melepas rupiah karena kekhawatiran mereka terhadap pertumbuhan ekonomi global yang kurang menggembirakan.
"Selain itu juga karena dolar di pasar regional membaik yang menekan bursa Wall Street melemah yang berimbas ke pasar uang khususnya rupiah," katanya.
Menurut dia, ekonomi global dikhawatirkan tidak menggembirakan sebagaimana diperkirakan sebelumnya karena defisit anggaran di Yunani dan Spanyol yang menunjukkan bahwa ekonomi kawasan Eropa melemah dan kinerja ekonomi AS yang juga melemah. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali melemah, karena sentimen negatif pasar makin menguat," ujarnya.
Rupiah, lanjut dia, sebenarnya harus mendapat dukungan pasar setelah obligasi pemerintah yang ditawarkan di pasar mendapat respons pasar.
Namun pelaku pasar uang cenderung tidak mengindahkan faktor tersebut sehingga rupiah terus melemah tanpa ada yang menahannya, katanya.
Kostaman Thayib mengatakan, posisi rupiah yang terus tertekan diperkirakan akan mendorong Bank Indonesia (BI) masuk ke pasar untuk menahan lajunya tekanan tersebut.
"BI tidak menginginkan rupiah berlanjut melemah hingga mendekati angka Rp9.500 per dolar. Apabila rupiah sampai di posisi Rp9.500 per dolar maka peluang untuk merosot akan makin besar," ucapnya.
BI, lanjut dia, memiliki cadangan devisa yang cukup besar dan mampu menahan tekanan pasar yang cukup kuat, meski otoritas moneter itu juga mempunyai kepentingan terhadap dolar AS.
"BI akan menjaga rupiah tidak terpuruk lebih jauh dengan melepas cadangan doalrnya ke pasar," ujarnya. [*/cms]
- Rupiah Pagi Dibuka Melemah Tipis
- Rupiah Akhir Pekan Bersiap Menguat Terbatas
- Rupiah Kehabisan Tenaga
- Petani Tembakau Terancam Punah
- Kenaikan TDL Picu Inflasi Hingga 7%
- Eits! Rupiah Hanya Turun 5 Poin
- Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin
- Faktor Eksternal Masih Dukung Rupiah
- BPS: Maret Diperkirakan Deflasi
- Suku Bunga The Fed Picu Rupiah Meroket
- Sentimen The Fed, Rupiah Sore Naik Rp50 Poin
- Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
- ANTA Catatkan Laba Bersih Naik 37%
- Rupiah Pagi DIbuka Menguat 5 Poin
- Usai Liburan, Rupiah Akan Menguat
Kurs BI :












