
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, New York - Harga minyak Senin (8/2) dibuka di atas US$71 per barel setelah dua bulan turun ke posisi terendah pekan lalu.
Mengutip AP, kondisi ini didorong oleh ketegangan yang terjadi terkait program nuklir Iran dan musim dingin di AS Timur Laut. Penguatan harga minyak ini juga dipicu penguatan dolar AS, yang membuat minyak lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Pada sore hari di Eropa, patokan minyak mentah untuk pengiriman Maret naik 19 sen menjadi US$71,38 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Pada awal perdagangan, harga minyak berada di level tertinggi US$72,39.
Pada hari Jumat, kontrak jatuh US$1,95 untuk menetap di US$71,19. Harga minyak turun tajam akhir pekan lalu sebagai keprihatinan masalah utang di Yunani, Portugal dan Spanyol dan pengangguran yang tinggi di AS meragukan pemulihan ekonomi global.
Harga minyak mentah rebound pada Senin dan diharapkan terjadi lonjakan permintaan produk minyak mentah seperti minyak pemanas di musim dingin di AS dan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.
Untuk kontrak perdagangan NYMEX lain di bulan Maret, minyak pemanas turun 0,08 persen menjadi US$1,8740 per galon, dan bensin naik 0,05 sen di US$1,8869 per galon. Gas alam naik 10,4 sen menjadi US$5,619 per 1.000 kaki kubik. Di London, Brent minyak mentah naik 17 sen menjadi US$69,76 di bursa berjangka ICE. [cms]
- Pertamina Harus Keluar dari Intervensi
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'












