

(istimewa)
INILAH.COM, New York - Dow Jones ditutup berada di bawah level 10.000 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, pada Senin (8/2) ini.
Dow turun nyaris 104 poin dan pergerakan 3 digit ini telah terjadi dalam 16 hari perdagangan. Saham sektor perbankan menekan indeks bergerak turun, memperpanjang pelemahan dalam 4 minggu.
Defisit yang menggunung pada pelemahan ekonomi Eropa, termasuk Yunani, Portugal, dan Spanyol, telah memicu pertanyaan tentang sistem keuangan global. Hal tersebut menambah sentimen negatif, usai pemerintah Cina dan AS yang berniat memperketat ruang gerak perbankan.
Menteri Keuangan Yunani mengatakan, Senin ini pemerintahannya sedang menyiapkan untuk meningkatkan sebagian pajak untuk memperkuat keuangan negara. Namun, warga akan melakukan perlawanan pada Rabu (10/2) nanti.
Dow turun 103,84 poin atau 1% ke 9.908,39. Pada Kamis pekan lalu, Dow diperdagangkan dibawah level psikologisnya, 10.000, untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu. Sejak 4 November 2009, Dow tidak pernah ditutup dibawah 10.000. Bahkan pada bulan Maret kemarin, Dow masih naik 51,3%.
S&P 500 turun 9,45 poin atau 0,9% ke 1.056,74, dan Nasdaq turun 15,07 poin atau 0,7% ke 2.126,05.
Pertanyaan mengenai keadaan ekonomi global telah mengganggu kenaikan indeks pada 10 bulan terakhir. [mre]
- Apexindo Siapkan Rp21,67 M Bayar Kupon
- Rawan Profit Taking, IHSG Naik 7,07 Poin
- BUMI Menggapai Level Rp2.700
- Indeks Melejit Tajam, Rentan 'Profit Taking'
- IHSG Hari Ini Diuji di Kisaran 2.734-2.773
- Jasa Hulu Migas Perkuat Saham Elnusa
- Harga Teoritis 'Stock Split' KKGI Rp575
- Astra Bakal Akuisisi Verena Finance
- Bosowa Incar Nusantara Infrastruktur
- Pilih Saham 'Market Mover'
- Gerakan Wall Street Lamban Tapi Pasti
- Ayo! 'BoW' Saham BBRI, SMGR, TLKM & BWPT
- The Fed Lecut Bursa Asia
- Saratoga Incar Perusahaan Sektor Infrastruktur
- Ini Daftar 10 'Top Foreign Buy' Saham
Kurs BI :












