
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Setelah memerah sepanjang perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil ditutup di zona hijau. Sentimen positif bursa Asia dan kenaikan harga komoditas menjadi katalisnya.
Pada perdagangan Selasa (9/2), IHSG
ditutup naik 13,913 poin (0,56%) ke level 2.489,485. Indeks LQ 45
juga naik 3,549 poin (0,74%) ke level 482,714.
Di awal perdagangan, IHSG dibuka langsung anjlok 0,88% ke level 2.453 dan terus merosot hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.446. Namun, rebound-nya bursa asia berhasil membalikkan arah pasar domestik. IHSG pun kembali menguat dan ditutup di angka 2.489.
Hampir semua sektor menguat, kecuali sektor infrastruktur dan tambang. Sedangkan sektor industri dasar memimpin penguatan dengan naik 1,8%, disusul sektor manufaktur yang naik 1,4%, aneka industri 1,3%, lalu finansial dan konsumsi yang naik 1,1%. Demikian pula sektor properti dan perdagangan yang terangkat 1% serta perkebunan yang naik 0,2%.
Seorang pengamat pasar modal mengatakan, setelah sempat terpuruk di sesi awal, IHSG berangsur-angsur membaik pada sesi kedua. Penguatan rupiah atas dolar AS serta kenaikan bursa regional Asia, membawa angin segar pada bursa. "Investor kembali melakukan pembelian atas saham-saham yang sudah terkoreksi tajam," ujarnya.
Naiknya harga komoditas minyak mentah, yang kemarin anjlok cukup dalam, juga membawa sentimen positif. Harga minyak naik 0,98% ke US$71,89/barel. Kenaikan ini mengindikasikan ketidakpastian akan pemulihan ekonomi global, terutama dengan krisis keuangan di Portugal dan Yunani serta meningkatnya angka pengangguran AS.
Sedangkan harga nikel naik 1,33% ke US$17,201/ton, harga CPO (Rotterdam) naik 1,3% ke US$790,00/ton dan harga CPO di Malaysia juga naik 0,2% ke US$730,15/ton.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,292 miliar lembar saham, senilai Rp 3,996 triliun dan frekuensi 87.717 kali. Sebanyak 114 saham naik, 68 saham turun dan 75 saham stagnan.
Investor asing masih mendominasi aksi jual. Transaksi beli asing tercatat sebesar Rp 859,565 miliar, dengan transaksi jual mencapai Rp 1,573 triliun. Ini berarti, transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 713,7 miliar.
Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Goodyear (GDYR) naik Rp1.500 ke Rp12.500, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp700 ke Rp29.650, PT Astra International (ASII) naik Rp450 ke Rp34.150, PT Indocement (INTP) terangkat Rp350 ke Rp13.300, PT London Sumatra (LSIP) naik Rp300 ke Rp8.500, PT United Tractors (UNTR) naik Rp300 menjadi Rp15.650, PT Astra Agro (AALI) naik Rp100 ke Rp23.200, PT HM Sampoerna (HMSP) naik Rp200 ke Rp 13.500.
Sedangkan emiten-emiten yang masih melemah antara lain PT Sumi Indo Kabel (IKBI) turun Rp320 menjadi Rp1.300, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp150 ke Rp8.550, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.300, PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) turun Rp100 menjadi Rp500, PT SMART (SMAR) turun Rp75 ke Rp2.925, dan PT Bisi International (BISI) turun Rp60 ke Rp1.480.
Penguatan IHSG didukung kenaikan bursa regional, kecuali indeks Nikkei-225 di Jepang yang turun 18,92 poin (0,19%) ke level 9.932,90. Indeks Hang Seng di Hong Kong terpantau naik 239,39 poin (1,22%) ke level 19.790,28, indeks Shanghai naik 13,67 poin (0,47%) ke level 2.948,84, indeks Straits Times naik 43,71 poin (1,58%) ke level 2.736,30 dan indeks Kospi naik 17,70 poin (1,14%) ke 1.570,49. [mdr]
- BLTA Cabut 'Voluntary Offer' Atas CECO
- BUMI Sepekan Cenderung Stagnan
- MAPI Gelar 'MAP Fashion Week'
- Tunggu Sampai Terjadi Koreksi
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta












