Kamis, 18 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12595.4
 
Pemilu 2009
 
04/12/2008 - 13:58
Elite PKS Mulai Lirik Kaum Hawa
R Ferdian Andi R

INILAH.COM, Jakarta – Setelah mengundang simpati kaum muda dan keluarga pahlawan, elite PKS kembali bermanuver. Kali ini petinggi parpol Islam itu ingin mencuri perhatian kaum hawa dengan memberikan anugerah untuk delapan perempuan yang dianggap 'inspiring'. Berhasilkan?

Partai Keadilan Sejahtera seperti tak henti bermanuver. Bila sebelumnya aksi politik PKS didominasi politisi maskulin, inovasi politik kali ini lebih feminim. Seperti biasanya, PKS gemar memberi anugerah. Bedanya, kali ini obyek kaum perempuan menjadi sasarannya.

PKS jelas melakukan kalkulasi secara politis obyek penerima anugerah. November lalu, anak muda menjadi obyek. Kini kaum perempuan. Dua pasar pemilih yang meruah. Dalam konteks ini, PKS cukup cerdik.

Namun, di tengah inovasi politik PKS dan upaya menyasar pemilih perempuan, nominator penerima anugerah tampak dijejali nama-nama populis, bahkan dari kalangan selebritis. Sebut saja Mira Lesmana, Neno Warisman, Bunda Ifet, Tuty Alawiyah, Nia Dinata, Dian Sastro, Ani Soetjipto, Dewi Motik, Maria Hartiningsih, Toeti Aditama, Rosiana Silalahi, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), Megawati Soekarnoputri, Khofifah Indarparawansa, Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Meuthia Hatta, dan sejumlah nama lainnya.

Kemana nama Nirmala Bonat, pahlawan devisa, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban penyiksaan? Dimana pula sosok ibu Muslimah, guru pejuang gigih seperti dalam Laskar Pelangi?

Penganunegrahan PKS untuk delapan perempuan Indonesia tersebut dimaksud untuk peringatan 80 tahun kebangkitan perempuan Indonesia pada 22 Desember mendatang. Seperti sebelumnya, PKS juga selalu mencocokkan angka delapan sebagai nomor urut partai dalam setiap momentum. Mulai dari nominasi capres yang berjumlah delapan tokoh, hingga penganugerahan PKS terhadap delapan perempuan.

Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS, Ledia Hanifa Amaliah, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi PKS terhadap perempuan Indonesia yang berprestasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, lingkungan, politik, media, dan beberapa kategori lainnya. "Kami mengundang masyarakat untuk mengusulkan perempuan yang memberi insiprasi," katanya.

Namun, dalam pandangan Direktur Ekskekutif Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu), Gugus Joko Waskito nama-nama yang menjadi nominasi adalah nama elit dan dari kalangan selebriti. "Kenapa PKS tidak menempatkan perempuan-perempuan baja yang dengan kondisi seadanya, tapi mampu bertahan menemani dan memperjuangkan rakyat kecil," tegasnya kepada INILAH.COM, Kamis (4/12) di Jakarta.

Memang, jika melihat nama-nama yang muncul menjadi nominasi penerima anugerah PKS adalah mereka yang selama ini dikenal publik. Mulai dari kalangan politisi hingga selebritas. "Kalau elit dan selebtritas yang diusulkan, maka PKS seperti bergerak di elit," tegas Gugus. Kondisi ini seperti menjadi bagian dari lompatan PKS yang selama ini dikenal sebagai partai politik puritan menjadi partai politik elitis.

Menariknya, dari perempuan yang masuk nominasi muncul nama Khofifah Indarparwansa. Nama yang dalam pekan-pekan ini menjadi bahan perbincanngan publik, khususnya masyarakat Jawa Timur. Sebagaiamana diketahui, PKS tidak mendukung pencalonan Khofifah di Pilkada Jatim pada awal November lalu.

Mengomentari kemunculan nama Khofifah, Gugus menduga, PKS membidik dua hal sekaligus. "Bisa saja, PKS mencuri perhatian dari kalangan Muslimat NU, dimana Khofifah adalah ketuanya," katanya.

Memang, dalam beberapa inovasi politiknya, tak jarang PKS membuat blunder bagi internal. Tak terkecuali dalam anugerah PKS terhadap perempuan Indonesia ini. Kemunculan nama-nama populis jelas menjadi lompatan PKS. Menarik ditunggu, adakah wanita Indonesia yang memiliki keberanian menolak anugerah PKS? [I4]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !