

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Kapolri yang kini menjabat Komisaris Utama Pertamina Sutanto telah mengundurkan diri dari pimpinan pengurus Gerakan Pro-SBY. Namun tim kampanye SBY-Boediono membantah tudingan bahwa mundurnya Sutanto karena instruksi dari SBY.
"Tidak ada teguran sama sekali dari SBY, karena itu sudah aturan mainnya. Sutanto mengundurkan diri atas inisiatif sendiri," kata anggota Timkamnas SBY-Boediono, Patrialis Akbar kepada INILAH.COM, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (15/6).
Ketua DPP PAN ini mengatakan, Timkamnas SBY-Boediono juga tidak melarang Sutanto untuk keluar dari GPS yang merupakan relawan pemenangan SBY-Boediono di Pilpres 2009. Pihaknya malah memberikan hormat kepada Sutanto yang lebih memilih mengurus Pertamina.
"Saya kira itu sesuatu yang harus kita hormati, karena Sutanto itu dengan kesadaran sendiri mundur dari GPS. Karena mungkin dia tidak ingin berada di GPS dengan posisi dia sebagai pejabat di Pertamina. Itu agar lebih baik tidak berkaitan, karena dapat menimbulkan ketidakcocokan," pungkasnya. [mut/nuz]
- SBY Bisa Diintervensi Survei?
- Dipanggil Cikeas Bukan Jaminan Jadi Menteri
- Masuk Koalisi, Golkar-PDIP Sulit Kritisi SBY
- Wah! Golkar Dapat Jatah 3 Menteri SBY?
- PKS: SBY Tak Dukung TK!
- Prabowo Belum Bicara Soal Menteri
- 'Perppu Plt KPK Dimanfaatkan Penguasa'
- 'Perppu Plt Ketua, Bukan Pimpinan KPK'
- Buyung Dipuji Nasihati SBY
- Muluskan Jalan Menteri di Sela Lebaran?
- Cegah Otorianisme, PDIP Sebaiknya Oposisi
- Dua Hal Prinsip Ganjal Langkah Tommy
- Menhan & Meneg BUMN Jatah Profesional
- Soal Koalisi, Golkar Tak Mau Menekan
- Figur Muda Dominasi Kabinet SBY?
Kurs BI :












