
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116
INILAH.COM, Jakarta – PKS optimistis koalisi partai politik Islam yang kembali bergulir menjelang Pilpres 2009 dapat terwujud. Hal ini, menurutnya, justru akan merombak paradigma adanya dikotomi partai Islam nasionalis dan partai Islam sekuler.
"Hal ini mengulangi wacana yang terjadi pada menjelang pemilu 1999-2004. Itu baik
saja," kata Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS, pada diskusi 'Wajah Muslim Indonesia' di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/07).
Wacana koalisi ini, kata Hidayat, diharapkan dapat menjadi pendorong roda berpolitik menjadi lebih dinamis di Indonesia. "Ini bagian dari penguatan demokrasi kita, sehingga lebih bergairah dan menghadirkan peran serta yang lebih banyak lagi. Mengapa tidak?" katanya.
Dengan terwujudnya koalisi itu, menurutnya, justru akan menghapus adanya perbedaan di antara parpol Islam yang ada di Indonesia. "Dengan bergulirnya wacana tersebut, tidak menjadi dikotomi kembali antara partai Islam nasionalis dengan partai Islam sekularis," papar ketua MPR itu.
Karena itu, Hidayat menyarankan agar setiap politisi parpol Islam untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadinya. "Jangan terpecah-pecah. Jika ingat rakyat, maka kebijakan kita akan memihak kepada publik," katanya. [R2]
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah
- Soal Palestina, NU Ogah Tiru PKS
- Polemik di Polri, SBY Harus Panggil Kapolri dan Susno
- DPC-DPD Demokrat Desak PKS Dikeluarkan Dari Koalisi
- Lily: Muhaimin Tak Mau PKB Islah
- SBY Jelaskan Langkah Pemerintah Soal Century
- Guru Berkelahi, UN di Kupang Molor
- Susno Ngaku Jadi Tamu di Mabes Polri
- Lily Wahid: Muhaimin tak Tahu Terima Kasih!
- Bibit Persilakan Anaknya Diproses Hukum
- Boediono Imbau Pemda Bentuk UKP4












