

(sarwono.net)
INILAH.COM, Jakarta - Aktivis, artis dan politisi belakangan mulai gencar mengungkapkan kesiapannya menjadi calon presiden RI 2009-2014 eski tidak didukung parpol. Tapi, peluang bagi capres independen berdasarkan undang-undang sangat kecil.
"Nggak ada alternatif, memang harus lewat partai politik," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (24/7).
Menurut Qodari, karena tidak ada alternatif lain, calon independen tidak hanya bisa berteriak-teriak di pinggir jalan. Calon Independen harus menjalin komunikasi dengan partai politik.
"Tidak bisa hanya cukup ngomong di forum LSM, cuma bicara lewat media, karena walaupun dia populer tapi kalau partai politik tidak diajak ngomong, partai politiknya tersingggung, egonya muncul, jadi tidak dibukakan pintu," ujarnya.
"Jadi suka tidak suka secara UUD-nya seperti ini, ya harus lewat partai politik," cetusnya.
Namun Qodari menambahkan, peluang calon independen atau bukan orang partai untuk bisa masuk itu lebih besar apabila syarat untuk mengajukan presiden itu tidak terlalu tinggi.
"Saat ini kan ada wacana 30%, 15%. Angka itu akan menjadi sulit bagi calon yang non partai bisa masuk. Kalau masih 5% artinya masih ada alternatif," pungkasnya.[L6]
- Burnap di Mata Putra Bungsunya
- SBY Buka Muktamar NU, Makassar Steril Demo
- Ulama Dunia Numplek di Makassar
- Ical: Burnap Kelihatan Muda & Gembira Terus
- PDIP DIY Pertahankan Sikap Oposisi
- Selain Burnap, Golkar Kehilangan 2 Kader Lagi
- Hatta: Burnap Politisi yang Tangguh
- Mega Ingatkan Suaminya
- Idrus: Burnap Disemayamkan di DPR Besok Pagi
- 2 Calon Ketum PBNU Diajak SBY Sarapan di Cikeas
- JK: Burnap Konsekuen & Setia kepada Golkar
- Pesawat Pribadi JK Terbangkan Jenazah Burnap ke Medan
- Polisi Bekuk Pengangguran Saat Transaksi Sabu,
- Golkar: Susno Jangan Jadi Alasan Polri Tunda Century
- JK Layat Jenazah Burnap di Rumah Duka
Kurs BI :












