
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116
INILAH.COM, Jakarta - Konflik PKB dinilai J Kristiadi, pengamat politik dari CSIS (Central for Strategic and International Studies), berawal karena selama ini KH Abdurrahman Wahid selalu menjadi kekuatan yang dominan. Sehingga tak memberi kesempatan kepada yang lebih muda untuk tampil.
"PKB itu terlalu sempit untuk Gus Dur. Sehingga sumpek, gerah, berkelahi terus. Mulai Matori, Alwi Shihab, Saifullah Yusuf, hingga Muhaimin," kata Kristiadi, usai diskusi publik 'Gejolak Harga dan Risiko Politik Pemerintah, di Sekretariat Barindo, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7).
Menurutnya, baik kubu Muhaimin maupun Gus Dur harus mengembalikan kekuasaan rakyat yang dipercayakan pada PKB. Sehingga, sangat penting untuk mengesampingkan persoalan dan sentimen-sentimen konflik internal.
"Partai itu dipimpin oleh wali. Orang yang tidak hanya populer di Indonesia, begitu juga di internasional," ujar Kristiadi.
Lebih jauh, Kristiadi mengkritik Gus Dur yang selama ini selalu mendominasi setiap pengambilan keputusan di PKB, tanpa memberi kewenangan lebih banyak pada golongan muda.
"Ketika Gus Dur menjadi kekuatan dominan, semua silau. Sebab Gus Dur can do no wrong (tidak pernah salah)," tandasnya.[R2]
- Aset Mantan Pemilik Century Merosot Rp9 T
- MUI: Masjid Hadap Barat Tak Salah Kiblat
- Ratusan Tokoh Lepas Burnap di Medan
- Gus Solah: Tidak Benar SBY Gak Suka pada Saya
- Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
- Inilah Opsi SBY Untuk Nasabah Antaboga
- SBY Panggil Calon Ketum PBNU, Indepedensi Terancam
- Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani
- Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Udju Djuhaeri
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah
- Soal Palestina, NU Ogah Tiru PKS












