
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116
INILAH.COM, Jakarta – Konflik yang terjadi di tubuh PKB, diyakini J Kristiadi, pengamat politik dari CSIS (Central for Strategic and International Studies), akan menurunkan perolehan suara partai itu pada Pemilu 2009.
Hal itu diungkapkannya, usai diskusi publik 'Gejolak Harga dan Risiko Politik Pemerintah', di Sekretariat Barindo, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7). Menurutnya, pemilih tradisional PKB yang berasal dari warga NU diperkirakan akan lari ke partai lain, sehingga menurunkan perolehan partai itu.
"Pasti akan turun. Meskipun ada pemilih tradisional yang sangat setia, tapi sebagian akan pindah ke partai lain. Bisa ke PKS atau Golkar," kata Kristiadi.
Ia meminta PKB saat ini lebih mengokohkan diri, karena masih banyak rakyat yang mengharapkan agar PKB menjadi partai besar. Partai yang bisa merangkul semua anak bangsa menjadi kekuatan efektif.
"Sudahlah. Muhaimin Iskandar dan Yenny rukun kembali di bawah restu dan wibawa Gus Dur untuk menjadim partai besar," tandasnya. [R2]
- Gus Solah: Tidak Benar SBY Gak Suka Pada Saya
- Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
- Inilah Opsi SBY Untuk Nasabah Antaboga
- SBY Panggil Calon Ketum PBNU, Indepedensi Terancam
- Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani
- Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Udju Djuhaeri
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah
- Soal Palestina, NU Ogah Tiru PKS
- Polemik di Polri, SBY Harus Panggil Kapolri dan Susno
- DPC-DPD Demokrat Desak PKS Dikeluarkan Dari Koalisi
- Lily: Muhaimin Tak Mau PKB Islah












