
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(fpdiperjuangan.or.id)
INILAH.COM, Jakarta - Hasil survei yang menempatkan PDIP dan Megawati di tempat teratas memberikan dorongan semangat pada kader si Moncong Putih. Bosan menjadi oposisi selama 5 tahun, PDIP akan menyiapkan mental pemerintahan.
Contoh belum siapnya PDIP bermental pemerintahan, kata Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan Maruarar Sirait, bisa dilihat pada kegagalan tahun 1999. Tak ingin mengulangi lagi, koalisi dengan partai besar menjadi salah satu pilihan buat PDIP.
"Masa kita mau oposisi terus, kita harus bisa di pemerintahan. Dan kita akan persiapkan dengan sebaik-baiknya," kata Maruarar kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (30/8).
Menurut Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan Maruarar Sirait, berdasarkan prestasi PDIP dalam memenangkan banyak Pilkada merupakan modal utama partai berlambang banteng ini ingin meraih pucuk pimpinan di pemerintahan. Selain itu dari data polling yang dilakukan berbagai lembaga survei menempatkan PDIP maupun nama Megawati di tempat teratas sampai saat ini.
Maruarar yang mengaku sedang berada di Kalbar ini menjelaskan guna meraih cita-cita tersebut, PDIP berkeinginan melakukan koalisi dengan partai yang dianggap bisa bekerjasama. Karena dengan peraturan pemilu yang berat, dia mengakui sangat kecil kemungkinan sebuah partai bisa meraih 30% suara untuk syarat pencalonan capres.
Namun dia mengungkapkan guna mencapai pemerintahan yang solid dan kuat, PDIP berkeinginan melakukan koalisi dengan partai yang besar saja. Dan langkah ini telah ditempuh PDIP untuk melakukan penjajagan politik seperti pertemuan Medan, Pelembang, Ancol dan terakhir dengan PKS.
Lebih lanjut dia menjelaskan, jika berkoalisi dengan partai yang besar maka untuk mencapai syarat suara pencalonan tidak dibutuhkan banyak partai lagi. Tapi satu hal yang ditekankan olehnya, koalisi yang terbentuk nanti diharapkan tidak terjebak pragmatisme.
"Ini harus kita pertimbangkan semua baik penyamaan visi dan misi semuanya tujuannya membentuk pemerintahan yang solid. Kami tidak mau nanti presidennya kemana, wakilnya ke mana dan kabinetnya kemana, kayak sekarang," ujar putra politikus Sabam Sirait ini.
Pada kesempatan yang berbeda Anggota Komisi VII DPR FPDIP Effendi MS Simbolon mengatakan sebagai partai yang inklusif PDIP berpeluang menjalin koalisi dengan partai manapun. Wacana koalisi dengan partai lain yang telah dilakukan PDIP sangat baik untuk penjajagan politik.
"Jadi nanti kita tahu partai mana yang paling berpeluang berkoalisi dengan kami," tuturnya.[L8]
- MUI: Masjid Hadap Barat Tak Salah Kiblat
- Ratusan Tokoh Lepas Burnap di Medan
- Gus Solah: Tidak Benar SBY Gak Suka pada Saya
- Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
- Inilah Opsi SBY Untuk Nasabah Antaboga
- SBY Panggil Calon Ketum PBNU, Indepedensi Terancam
- Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani
- Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Udju Djuhaeri
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah
- Soal Palestina, NU Ogah Tiru PKS
- Polemik di Polri, SBY Harus Panggil Kapolri dan Susno












