
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menganggap insiden bentrokan antara massa FPI dengan massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) saat persidangan Habib Rizieq Shihab, Kamis (25/9) merupakan kesalahan FPI.
"Yang bersalah tetap FPI, bubarkan saja," ujar Gus Dur, dalam acara berbuka puasa di kantor DPP PNI Marhaenisme, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/9) malam.
Gus Dur menegaskan bahwa FPI merupakan sebuah ormas yang dijadikan sebuah alat untuk kepentingan tertentu. Beberapa pejabat negara saat itu, seperti Menhankam/Pangab Wiranto, Pangkostrad Djaja Suparman, dan Kapolri Nugroho Djajoesman, menurutnya, ikut mendirikan organisasi itu.
Insiden yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah memakan empat korban. Tiga korban di antaranya berasal dari massa FPI dan satu orang dari massa yang memakai kaus bertuliskan 'Banser Gus Nuril'.
Bentrokan terjadi setelah massa FPI dilempari massa yang mengaku Banser itu, saat jeda salat Dzuhur. Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, membantah jika pihaknya telah mengerahkan massanya di sidang itu untuk mendukung AKKBB. [R2]
- Kapolri Diminta Gelar Sidang Disiplin untuk Susno
- Peserta Muktamar NU Mulai Penuhi Makassar
- Polisi Selidiki Terbaliknya Perahu di Suramadu
- Spanduk Dukungan Gus Solah Pimpin NU Bertebaran
- Puan Diusulkan Jadi Wakil Ketua Umum PDIP
- Amankan Muktamar, Banser NU Diisi Ilmu Kebatinan
- Ribuan Massa PKS NTB Bakar Bendera Israel
- SBY: Ibu Nasution Cinta Kaum Lemah
- NU Jatim Mulai Berangkat ke Makassar
- PKS: Perseteruan Polri-Susno Memalukan!
- Boediono Minta Generasi Muda Teladani Bu Nas
- Jasad Bu Nas Dimakamkan di TMP Kalibata
- Calon Ketua Umum Partai Demokrat tak Ada yang Menonjol
- SBY Persilakan Calon Ketua Umum Partai Demokrat Deklarasi
- Massa PKS Sulsel Turun ke Jalan Dukung Palestina












