Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Politik
 
09/11/2008 - 22:02
Eksekusi Amrozi Kado Obama?
Edi Junaedi & Anton Aliabbas
Amozi dan Barack Obama
(Ist)

INILAH.COM, Jakarta - Perjalanan hidup Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudra usai sudah. Ketiga terpidana mati itu dieksekusi Minggu dini hari. Dan entah kebetulan atau tidak, pelaksanaan eksekusi ini berdekatan dengan rencana kunjungan Presiden SBY ke Washington DC, Amerika Serikat.

Lawatan SBY kali ini memang bukan pertemuan bilateral biasa. SBY dijadwalkan berada di negeri Paman Sam itu guna menghadiri pertemuan tingkat tinggi negara G-20 pada 14-15 November mendatang. Agendanya, membahas krisis ekonomi global.

Sejauh ini, belum ada kepastian apakah SBY akan bertemu Presiden terpilih AS Barrack Obama. "Belum tahu karena rencana sedang disusun," ujar Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, kepada INILAH.COM.

Namun di mata Tim Pembela Muslim (TPM), eksekusi Amrozi cs lebih merupakan hadiah bagi AS. Sebab, selama ini AS adalah salah satu penyokong utama upaya pemberantasan terorisme.

"Eksekusi ini merupakan upeti SBY kepada Amerika yang selama ini menjadi motor penggerak dalam menangani terorisme sebelum keberangkatannya ke sana," kata anggota TPM Ahmad Kholid pada INILAH.COM.

Menurut Kholid, eksekusi kliennya itu jelas memiliki kaitan dengan bantuan AS selama ini. "Eksekusi ini bukan hanya untuk menyenangkan Amerika, tapi juga agar bantuan-bantuan selama ini bisa mengalir dengan lancar," ucap Kholid.

Hal senada juga dilontarkan peneliti dari Institute for Defence, Security and Peace Studies (IDSPS), Zaenul Maarif. Ia menilai Obama tetap akan melanjutkan agenda George W Bush dalam penanganan terorisme. Apalagi, AS banyak memberi bantuan finansial untuk penguatan satuan anti teror.

"Tentu ini (eksekusi) bukan hanya hadiah tapi sebagai bentuk upaya mendukung kebijakan luar negeri AS yang sejak lama dilakukan oleh SBY dengan Amerika, terutama di masa pemerintahan Bush," tegas Zaenul.

Zainul mengakui posisi SBY mengenai kasus Amrozi dilematis sebab sangat rentan dipolitisasi. Di satu sisi, SBY ingin meraih dukungan AS. Tapi di sisi lain, SBY juga mengharapkan dukungan umat Islam untuk maju kembali dalam Pilpres 2009.

"Tapi dengan eksekusi ini, SBY telah memuaskan kepentingan Amerika," duga Zaenul.

Dirinya berharap pemerintah mencari cara yang lebih elegan dalam menangani masalah terorisme. Tidak lagi bergantung pada intervensi asing dan juga menerapkan eksekusi mati.

"Eksekusi tidak akan menyelesaikan masalah terorisme, karena terorisme merupakan patologi sosial yang membuat seseorang frustasi, bukan hanya sebab ideologi agama saja. Kalau pola penanganannya masih represif sulit menjamin teorisme akan hilang," cetus Zaenul.

Penanganan terorisme memang membutuhkan kerjasama tidak hanya bilateral tetapi hingga global. Karena itu, akan sangat bermakna bila pertemuan dengan Obama, bila terealisasi, dapat lebih menekankan pada kerjasama ekonomi kedua negara. Harapannya, ekonomi Indonesia sedikit demi sedikit dapat pulih kembali.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sendiri pernah berpendapat selama kemiskinan masih hinggap di Indonesia maka jangan harap terorisme dapat diberantas. Artinya, akan lebih efektif bila penanganan masalah terorisme lebih ditekankan kepada penguatan sektor ekonomi bukan hanya terlalu fokus pada perangkat anti terornya. Sehingga, selain masalah kemiskinan dapat direduksi, masalah akar dari munculnya bibit-bibit teroris juga bisa dicegah.[L4]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !