
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(Inilah.com Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Setelah eksekusi terpidanan mati bom Bali I dilaksakanan, Minggu (9/11) dinihari, pada Sabtu (15/11) depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan berangkat ke Amerika Serikat. SBY akan menghadiri pertemuan pimpinan negara-negara yang tergabung dalam G-20.
"Eksekusi ini merupakan upeti SBY kepada Amerika yang selama ini menjadi motor penggerak dalam menangani terorisme sebelum keberangkatannya ke sana (G-20)," kata anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Kholid, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Senin (10/11).
Eksekusi Amrozi Cs, mempunyai kaitan dengan bantuan-bantuan AS selama ini. "Eksekusi ini kan hanya untuk menyenangkan Amerika, agar bantuan-bantuan selama ini bisa mengalir dengan lancar," imbuhnya
Lebih lanjut, Kholid menegaskan, pelaksanaan eksekusi atas Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, telah melanggar undang-undang. "Dengan eksekusi ini, SBY telah melanggar hukum. Jadi cukup sekali saja kita punya presiden kayak begini. 2009 kita jangan pilih lagi," pungkasnya. [nuz]
- 8 Jam Robert Ditanya KPK Tentang Peran Susno
- Golkar: Tanpa Tumpak KPK Bisa Lebih Baik
- Susno Resmi Jadi Tersangka?
- Susno Mendadak Diperiksa Lagi di Mabes
- Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Gayus
- Minggat Karena Dipaksa Nikah, di Jalan Malah Diperkosa
- Golkar Bantah Diarahkan Paskah Pilih Miranda
- Hakim Curigai Hamka Niat Hilangkan Jejak
- Pengakuan Susno Dibawa Satgas Mafia ke KPK
- JPU Akan Ajukan Kontra Memori Banding Antasari
- Saksi Golkar Juga Sebut Cek Miranda Untuk Kampanye
- DPR Desak SBY Bentuk Panitia Seleksi Pimpinan KPK
- Susno Juga Akan Dilaporkan Kejagung ke Mabes Polri
- KPK: Pemeriksaan SMI-Boed Nunggu Robert
- JK-Susno Digugat Robert












