Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Politik
 
17/11/2008 - 15:14
Biduk PKS Terancam Retak
Ahluwalia
Anis Matta
(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Di tengah ambisi yang meletup-letup, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilanda keretakan. Penyebab utamanya adalah tarik ulur kepentingan ekonomi-politik yang saling berbenturan. Bagaimana nasib mereka akhirnya?

PKS bertekad menjadi partai garda terdepan. Manuver, misi dan aksinya dilakukan sedemikian rupa. Bahkan Sekjen PKS, Anis Matta menegaskan, jika pada awal pembentukannya parpol ini berada di pinggiran, kemudian ke tengah, maka kini saatnya berada di depan.

Masalahnya, PKS bukan tanpa masalah. Saat ini, ditengarai mulai muncul keretakan dalam partai Islam itu. Ini terkait dengan kepentingan berbagai pihak yang saling berbenturan. Benturan itu, bukan tak mungkin, membawa PKS laksana sebuah biduk yang retak.

Sudah diketahui umum bahwa kalangan PKS bukanlah homogen dan seragam kepentingannya. Masing-masing kelompok 'bermain mata' dengan lobi dan jaringan masing-masing karena pertimbangan pragmatisme.

Ada yang ingin PKS dekat ke SBY-JK, ada yang ke Megawati Soekarnoputri (PDI Perjuangan), ada pula yang ingin menariknya berkoalisi ke Wiranto (Partai Hanura). Tak sedikit pula yang ingin PKS independen dan solid serta lebih berkonsentrasi mengembangkan kekuatan dan kemandirian.

Sementara beberapa kelompok intelektualnya memberikan 'sinyal' lain. Mereka ingin PKS merapat ke Prabowo Subianto, Rizal Ramli dan Sultan Hamengkubuwono X.

Ada gesekan kepentingan di PKS yang kian terendus keluar, seperti bau kemenyan yang menyebar. Keanekaragaman kepentingan dan konflik sesungguhnya hal yang positif. Karena itu, perbedaan itu mesti dikelola PKS dengan baik agar jadi kekuatan sejati. Fungsi PKS adalah menjadi kekuatan alternatif penyangga bagi Pilpres 2009, jika PKS tak mampu meraih 20% suara.

Posisi PKS saat ini, demikian Anis menganalogikan, seperti seorang makmum yang berdiri persis di belakang imam. "Sewaktu-waktu imam batal, kita siap menggantikannya," ujar Anis.

Anis mengatakan, PKS bertekad akan mengambil posisi terdepan pada Pemilu 2009 mendatang. Untuk mencapai itu, PKS akan meraup suara dari berbagai kelompok masyarakat, seperti kalangan nasionalis sekuler atau Islam tradisional. Selama ini, kata Anis, PKS diidentikkan dengan partai Islam modernis.

"PKS tak ingin terus berada di pinggiran," kata Anis. Hal ini bisa dilakukan, jika arus sosial dalam PKS tetap memegang sikap perduli, bersih, dan profesional serta menjaga soliditas. Godaan terbesar bagi PKS adalah politik uang yang legal atau ilegal, yang bisa menimbulkan keretakan internal partai.

PKS harus belajar dari PKB yang remuk redam, atau partai-partai Islam lainnya yang terjerembab ke dalam perpecahan. Akankah PKS bersikap cerdas dan tanggap atas tarik-ulur interes atau konflik kepentingan yang membaluri parpol Islam itu?

Para analis dan publik masih mencermati dinamika PKS secara tajam dan jeli: mau dibawa kemana partai Islam ini di tengah krisis finansial global dewasa ini? Dan siapakah koalisi PKS pasca pemilu 2009 nanti? Hatta, PKS dalam sorotan media dan intelektual justru karena keunikan dan kemungkinan-kemungkinan yang ada padanya. [I4]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !