Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Politik
 
25/11/2008 - 05:58
Temu Sandiwara Bush-Olmert
Vina Ramitha
George W. Bush dan Ehud Olmert
(istimewa)

INILAH.COM, Washington – Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Presiden AS George W. Bush akan bertemu untuk yang terakhir kalinya demi membangun kedamaian di Timur Tengah. Apa harapan dari pertemuan keduanya?

Sepertinya tak ada. Upaya Bush-Olmert untuk menciptakan perdamaian Israel-Palestina akhir tahun ini bagai mendirikan benang basah. Apalagi Bush akan meninggalkan Gedung Putih kurang dari dua bulan lagi.

Pertemuan itu akan menjadi bukti saksi terakhir kegagalan Bush membangun kembali citranya seperti ketika ia menggalang kekuatan dunia untuk memerangi teroris pasca-serangan 11 September 2001.

Tapi kini Bush sudah seperti macan ompong, dan kedatangan Olmert ke Washington itu lebih untuk mengucapkan selamat jalan kepada koleganya itu ketimbang untuk mengupayakan tercapainya perdamaian Israel-Palestina, seperti hasil kesepakatan pertemuan Annapolis akhir tahun lalu.

Gagasan untuk menciptakan perdamaian itu, yang akan mengangkat Palestina sebagai negara merdeka dengan ibukota Jerusalem, digulirkan Bush dan ditargetkan tercapai akhir tahun ini.

Tapi dengan mepetnya tenggat dari target itu, tampaknya Olmert-Bush lebih suka menyerahkan tongkat estafet mediasi AS atas konflik Israel-Palestina kepada Presiden terpilih Barack Obama.

PM Olmert akan mengunjungi Gedung Putih pada Senin (24/11) waktu setempat atau Selasa (25/11) WIB. Pertemuan ini akan fokus pada masalah ancaman nuklir Iran dan kemajuan perundingan damai Israel-Palestina.

Ia dijadwalkan bertemu dengan Wapres Dick Cheney, Menlu Condoleezza Rice, dan penasihat kemanan nasional Stephen Hadley. Selanjutnya disambung dengan makan malam pribadi dengan Bush.

Setahun lalu, PM Olmert dan presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali melanjutkan perundingan perdamaian mereka yang ditengahi oleh Bush. Targetnya, untuk mencapai sebuah perjanjian perdamaian pada akhir tahun ini.

Kendati sesi negosiasi berulangkali dilakukan, serta beberapa kunjungan Bush dan Rice ke kawasan panas itu, Israel-Palestina masih belum menunjukkan niat dan usaha yang berarti untuk mencapai target itu. Meski Rice mengungkapkan segalanya berjalan lancar, sebuah ucapan yang lebih pas sebagai lip service.

"Jika target perdamaian tak tercapai tahun ini, itu disebabkan oleh situasi politik di Israel," ujarnya.

Bush berada di Lima, Peru, pada akhir pekan lalu untuk mengikuti KTT APEC. Ia ingin mewujudkan perjanjian perdamaian antara kedua negara sebelum turun dari Gedung Putih pada 20 Januari. Sementara Olmert telah mengumumkan pengunduran dirinya September lalu dan akan turun setelah penerusnya dipilih pada 10 Februari mendatang.

Jadi semakin jelas bahwa pertemuan Olmert-Bush itu hanya sebagai basa-basi dan tak akan menghasilkan apa-apa. Kalaupun masalah itu diserahkan kepada Obama, belum tentu pendekatan yang dilakukan mantan senator Illinois itu searah dengan pendahulunya.

Apalagi, kondisi politik di Israel setelah terpilihnya pemimpin baru, belum tentu memberikan lampu hijau bagi dilanjutkannya perundingan damai itu.

Ditambah lagi dengan kembali memanasnya situasi keamanan di Palestina dan Israel belakangan ini menyusul saling menembakkan roket antara kedua musuh bebuyutan itu.

Belum lagi masih terpecahnya bangsa Palestina dengan jalur Gaza dikuasai kelompok Hamas, sementara Tepi Barat oleh kelompok Fatah. Dari situ dapat disimpulkan bahwa upaya Bush dan Olmert akan menemui jalan buntu, dan kedua-duanya akan sama-sama meninggalkan 'singgasananya' dengan berputih muka.

Olmert harus menanggung malu dari tuduhan korupsi yang membuatnya harus beberapa kali dihadirkan ke meja hijau, dan akhirnya memutuskan mundur. Lain lagi dengan Bush yang harus keluar dari Gedung Putih dengan kepala tertunduk setelah berbagai kegagalan yang dilakukannya, mulai dari invasi ke Irak, Afghanistan dan terakhir kehancuran ekonomi Amerika, yang berimbas pada tergusurnya Partai Republik dari Gedung Oval.[tra]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !