

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Jakarta - Penggerebegan rumah pemimpin aliran Salamullah Lia Eden sempat membuat warga sekitar terkejut saat puluhan anggota polisi dari Polda Metro Jaya berdatangan.
"Warga memang tidak ada yang tahu. Tiba-tiba saja polisi pada berdatangan," kata Sarjono, Ketua RW di Jalan Mahoni, kawasan Senen, Jakarta Pusat, menuturkan peristiwa penggerebegan yang berlangsung sekitar pukul 05:15 Senin (15/12) pagi tersebut.
Meski tidak mengetahui persis alasan penggerebegan polisi itu, namun menurut Sarjono, belakangan ini warga sekitar memang tengah gusar dengan sejumlah selebaran yang dikeluarkan oleh Lia Aminuddin.
"Selebaran itu isinya agar semua agama dihapuskan. Makanya semua warga marah, tapi tidak berbuat apa-apa, sampai akhirnya polisi datang," lanjut Sarjono lagi seraya menambahkan selebaran tersebut telah beredar dalam beberapa pekan terakhir.
Selain menggerebeg, polisi juga menggiring Lia Aminuddin dan belasan pengikut aliran spiritual "Kerajaan Tuhan" ke Polda Metro Jaya. Dari dalam rumah, polisi juga membawa setumpukan dokumen terkait ajaran aliran tersebut.
Hingga lepas tengah hari, sejumlah petugas kepolisian masih berada di lokasi Jalan Mahoni Nomor 11 di kawasan Senen, Jakarta Pusat tersebut. Di sekeliling rumah telah dipasangi garis polisi.
Lia dan belasan pengikutnya masih menjalani pemeriksaan, dan Polda Metro Jaya menyatakan akan memberikan keterangan mengenai kasus ini sekitar pukul 16:00 WIB.[*/dil]
- Polri Harus Introspeksi Diri Gara-gara Susno
- Penyebar Foto Polwan Semi Bugil Diduga Satu Korps
- 'Bumerang' Itu Terkena Muka Susno Duadji Sendiri
- Susno Bingung, Kasusnya Jadi Bumerang
- Kapolri Diminta Gelar Sidang Disiplin untuk Susno
- 'Susno Lupa Punya Borok Masa Lalu'
- Polri dan Bea Cukai Selidiki Asal 60 Ton Bahan Peledak
- 'Semoga Susno Tak Berilusi'
- Susno Seperti Don Quixote
- Susno Mau Geser Isu Century?
- Adrianus: Ini Manuver Susno Masuk Bursa Kapolri
- 'Tak Pantas Jenderal Bintang Tiga Bikin Heboh'
- Gogon Bebas, Langsung Jadi Bintang Acara Tukul
- 3 Pria Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Tempat Berbeda
- Ruhut Sarankan Susno Periksa ke Psikiater
Kurs BI :












