
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Dalam risalah yang disebarluaskannya Lia Aminuddin alias Lia Eden mengaku mendapat wahyu Tuhan untuk menghapuskan semua agama yang ada di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia menyatakan, hal itu tidak perlu disikapi dengan mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) seperti terhadap aliran Ahmadiyah.
"Tidak perlu ada SKB karena sudah ditindak oleh kepolisian. Intinya, sudah dalam ranah hukum yang akan memberikan pembuktian," kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Senin (15/12).
Sebelumnya, Lia yang bernama asli Syamsuriati itu sempat ditahan di Rutan Wanita Pondok Bambu, Jakarat Timur, dan bebas pada 30 Oktober 2007. Lia juga sempat divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 26 Juni 2006, atas dakwaan penistaan agama dan perbuatan tidak menyenangkan.
"Lia bisa mendapatkan hukuman lebih berat dibandingkan sebelumnya. Dengan ketetapan hukum yang ada sebelumnya akan menjadi suatu hal yang memberatkan," katanya.
MUI, lanjut Niam, belum mengetahui apakah akan membahas kasus Lia Eden dalam Ijtima' (pertemuan) Antar-ulama, yang diadakan 15 Januari 2009 di Padang nanti. Namun, MUI sudah sejak awal mengeluarkan fatwa bahwa Lia Eden dan komunitasnya sesat.
"Nanti itu untuk membahas prinsip-prinsip negara, seperti golput. Kemungkinan kecil untuk membahas mengenai fatwa penghapusan agama Lia Eden," pungkasnya.[bar/nuz]
- Polri dan Bea Cukai Selidiki Asal 60 Ton Bahan Peledak
- 'Semoga Susno Tak Berilusi'
- Susno Seperti Don Quixote
- Susno Mau Geser Isu Century?
- Adrianus: Ini Manuver Susno Masuk Bursa Kapolri
- 'Tak Pantas Jenderal Bintang Tiga Bikin Heboh'
- Gogon Bebas, Langsung Jadi Bintang Acara Tukul
- 3 Pria Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Tempat Berbeda
- Ruhut Sarankan Susno Periksa ke Psikiater
- Keluarga Lapor, 1 Teroris Aceh Ditangkap
- Alumni IPDN Penganiaya Adik Kelas, Terlibat Terorisme
- Mark Sungkar Akui Ponakannya DPO Teroris
- Mantri Fauzi Belikan Dulmatin 3 Motor
- Agus Chondro: Max-Enggelina Hancurkan Mega
- Golkar Lindungi 12 Kadernya












