
INILAH.COM, Jombang - Dukun imut Ponari mogok 'kerja'. Meski begitu, antrean orang yang mau berobat masih saja stay di rumah Ponari. Kapolres Jombang sampai turun tangan agar Ponari kembali kerja.
Kapolres Jombang AKBP Muhammat Kosim mengancam panitia pengobatan di rumah Ponari membuka praktik kembali. Bahkan polisi tidak akan segan mempidanakan panitia jika sampai jatuh korban lagi.
Ancaman Kapolres ini dilakukan karena masih adanya ratusan pasien yang menunggu di rumah Ponari. Apalagi ratusan pasien tersebut ngotot menunggu sampai pengobatan ponari dibuka kembali.
Mantan Kapolres Bangkalan tersebut juga mengatakan sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam insiden tewasnya empat pasien Ponari sebelumnya.
Alasannya keempat korban meninggal bukan terinjak injak, namun karena kelelahan. "Seperti penjual kacang itu meninggal 2 kilo dari lokasi pengobatan bukan karena terinjak injak," ujarnya saat berada di kantornya, Jumat (13/2).
Sementara itu, di lokasi rumah Ponari masih ada sekitar 300 orang di rumah Ponari. Mereka menanti keberuntungan untuk mendapatkan air 'sakti' dari dukun cilik tersebut.
Padahal keberadaan Ponari belum jelas alias misterius. Rumah dari bambu itu dijaga ketat empat orang anggota Polisi dan pintunya terkunci rapat. [beritajatim.com/ana]
- Rumah Warga Siap Disewa Muktamirin
- Untar Bantu Raih ‘Self Esteem’
- Seminar Parenting Bersama Ayah Edy Sukses Besar
- Nyepi untuk Perubahan Politik-Ekonomi
- Andi Arief: Bamsoet Ketakutan
- Ada Udang di Balik Gerakan Antirokok
- Yogya Pikat Wisatawan Lewat Desa Wisata
- Pertuni Rayakan Hari Jadi ke-44
- Dilarang Mangkal di Stasiun Gambir, Ratusan Sopir Aksi Demo
- Baznas Resmikan Program Terbaru BQB
- 'Jual Diri' Lewat Facebook Efektif dan Gratis
- Maulid Nabi Momentum Penyucian Kasus Bank Century
- Puncak Imlek Penuh Haru
- Inilah Puisi Buat Gus Dur yang Dibaca Depan SBY
- Istri-istri Anggota Fraksi Demokrat Gelar Bhaksos
Kurs BI :












