
INILAH.COM, Jakarta - Permintaan maaf anggota tim sukses SBY-Boediono Ruhut Sitompul atas pernyataannya yang menyindir etnis Arab, dinilai tulus. Sebab, apa yang dilakukan Ruhut tersebut dianggap strategi meningkatkan citra SBY.
"Ini teknik-teknik dan taktik menarik simpati publik. Itu permintaan maaf tulus dan menaikkan citra SBY dan partainya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional Umar S Bakry kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (2/6).
Sebetulnya, ujar Umar, apa yang dilakukan Ruhut merupakan skenario strategi kampanye. Ruhut yang menyatakan negara Arab tidak pernah membantu Indonesia menuai kritik. Hal ini kontraproduktif dengan politik santun yang digariskan SBY.
Selain itu, lanjutnya, anggota tim sukses lainnya yakni Rizal Mallaranggeng yang mengkritik 'pedas' lawan-lawan politik SBY. Pernyataan yang pernah dilontarkan Rizal menuai protes dari berbagai kalangan. Namun, semua ini lagi-lagi sudah direncanakan.
"Termasuk Rizal itu mengkritik kemudian meminta maaf (Ruhut). Ini sudah bagian dari skenario, hantam dulu kemudian minta maaf. Ini untuk mengukuhkan SBY dan Partai Demokrat yang beradab dan beretika, mau meminta maaf," pungkasnya. [bar]
- 12 Unjuk Rasa Akan Digelar di Jakarta
- Boikot SMI, Dorongan untuk Mencari Pengganti
- Bamsoet: Tak Boikot Sri Mulyani, DPR Jilat Lidah Sendiri
- Kisruh PKB Diminta Dibahas di Muktamar NU
- Jakmania Tak Akui Suporter yang Rusuh
- Yenny Wahid: Soal PKB Kami 'Manut' PBNU
- HTI: Obama Tak Perbaiki Hubungan Dengan Islam
- Inilah Janji Obama Terhadap Islam
- HMI: KPK Diintervensi Penguasa Soal Century
- Puluhan Kades Tertipu Amplop Kosong Gubernur Bengkulu
- Kejar Umar Patek, Polri Gaet Filipina
- Rumor Koalisi PDIP-Demokrat Kian Santer?
- Bea Cukai Tangkap Kapal Muatan 60 Ton Bahan Peledak
- Mer C Disusupi Teroris?
- FPI Minta Anggotanya yang Diduga Teroris Menyerah
Kurs BI :












