
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Desakan menunda pilpres sehubungan kisruhnya daftar pemilih tetap (DPT) bukan mustahil mengarah pada aksi memboikot pilpres 8 Juli mendatang. Sehingga, Susilo Bambang Yudhoyono pun seharusnya mewaspadai kemungkinan terjadinya hal itu.
"Bisa saja kubu JK dan Mega memboikot pilpres. Artinya, kan tidak ada pemilu. Karena tidak mungkin ada satu calon saja. Bisa melanggar konstitusi. Bisa seperti di Iran. SBY harus hati-hati. Ini bisa menjadi lembaran hitam buat dia," kata guru besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsjah, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (5/7).
Seberapapun kekuatan pendukung JK dan Mega, SBY harus memperhitungkannya. Sebab, memiliki massa yang jelas dan loyal. Apalagi, menurut dia, SBY tidak memiliki dukungan dari massa akar rumput sekalipun memenangkan pemilu legislatif lalu.
Meskipun begitu, Iberamsjah menilai kubu JK-Win dan Mega-Pro sampai berniat untuk memboikot pemilu. Usul menunda pilpres tak lain sebagai upaya untuk menuju pelaksanaan pemilu yang jurdil.
"Niat mereka (kubu JK dan Mega) pasti hanya untuk sedikit memberi pressure. Menekan agar KPU merapikan DPT, meski waktunya hanya tinggal tiga hari," bebernya. [nuz]
- Hatta: Burnap Politisi yang Tangguh
- Mega Ingatkan Suaminya
- Idrus: Burnap Disemayamkan di DPR Besok Pagi
- 2 Calon Ketum PBNU Diajak SBY Sarapan di Cikeas
- JK: Burnap Konsekuen & Setia kepada Golkar
- Pesawat Pribadi JK Terbangkan Jenazah Burnap ke Medan
- Polisi Bekuk Pengangguran Saat Transaksi Sabu,
- Golkar: Susno Jangan Jadi Alasan Polri Tunda Century
- JK Layat Jenazah Burnap di Rumah Duka
- 'Perang' Baliho di Arena Muktamar NU
- Jenazah Burnap Diterbangkan ke Medan Senin Pagi
- Tolak Fatwa Haram Rokok Petani Bakar Tembakau
- NU Jatim: Antara Gus Solah dan Ahmad Bagja
- Burnap Meninggal Dunia Usai Main Golf
- Politisi Golkar Burhanuddin Napitupulu Wafat












