

(inila.com/Duta)
INILAH.COM, Jakarta - Spekulasi siapa pelaku di balik bom Mega Kuningan, Jakarta, terus beredar. Dilihat dari sasaran serangan bom, pelaku diduga berasal dari 'pemain' lama. Geng Noordin M Top?
"Berdasar pada sasaran serangan, maka bom ini berawal dari kelompok pemain sebelumnya," ujar pengamat intelijen Thony Saut Situmorang dalam perbincangan dengan INILAH.COM, Jumat (17/7).
Menurutnya, indikasi pelaku lama yang bermain di balik aksi ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Sebab, lanjut Saut, merakit bom memerlukan keahlian tersendiri. "Tinggal kelihaian kita dengan cepat mengemas 'mosaik-mosaik' yang ada selama ini," cetus dosen S2 Kajian Strategik Intelijen UI ini.
Apakah pelakunya mengarah ke kelompok Noordin M Top? "Bisa kelompok radikal yang kita kenal selama ini, baik radikal agama dan radikal atas dasar ideologi lain. Karena yang paling penting dari sebuah aksi terorisme ialah selain ideologi ialah jaringan," jelas Saut.
Dirinya menduga aksi lanjutan terkait peristiwa yang menewaskan 9 orang ini akan terjadi. "Kejadian kedua di lokasi ini akan dilanjutkan dengan kejadian ketiga dan seterusnya. Karena serangan atas Marriot telah menjadi brand," urai dia.
Ia menambahkan pidato SBY yang menyebut negara tidak boleh kalah dengan teror apapun risikonya akan berdampak positif dalam penanganan antiterorisme. "Itu kata-kata yang paling saya rindukan selama ini. Kalau sudah begini, kita akan cepat meningkatkan kepercayaan dan terus mendorong 'paksa' perubahan secara kompleks. Tidak saja pada terorisme tapi secara kompleks juga misalnya pengemplang pajak dan koruptor," beber Saut. [ton]
- 12 Unjuk Rasa Akan Digelar di Jakarta
- Boikot SMI, Dorongan untuk Mencari Pengganti
- Bamsoet: Tak Boikot Sri Mulyani, DPR Jilat Lidah Sendiri
- Kisruh PKB Diminta Dibahas di Muktamar NU
- Jakmania Tak Akui Suporter yang Rusuh
- Yenny Wahid: Soal PKB Kami 'Manut' PBNU
- HTI: Obama Tak Perbaiki Hubungan Dengan Islam
- Inilah Janji Obama Terhadap Islam
- HMI: KPK Diintervensi Penguasa Soal Century
- Puluhan Kades Tertipu Amplop Kosong Gubernur Bengkulu
- Kejar Umar Patek, Polri Gaet Filipina
- Rumor Koalisi PDIP-Demokrat Kian Santer?
- Bea Cukai Tangkap Kapal Muatan 60 Ton Bahan Peledak
- Mer C Disusupi Teroris?
- FPI Minta Anggotanya yang Diduga Teroris Menyerah
Kurs BI :












