

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - SBY telah mengetahui adanya ancaman terorisme yang akan terjadi pada dirinya. Namun, PKS heran, bila memang SBY sudah tahu ada terorisme kenapa tidak ada kesiagaan khusus yang dilakukan aparat keamanan hingga teror itu benar-benar terjadi.
"Dua bulan atau tiga bulan terakhir ini ada indikator ancaman yang ramai dibicarakan, tapi pemerintah kok bisa kebobolan," ujar Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurut Hilmi, dirinya selama dua bulan terakhir sebenarnya juga merasakan ada ancaman-ancaman terhadap keamanan negara. Namun dirinya mengaku tidak tahu apakah itu berkaitan dengan pemilu atau tidak.
"Berkaits atau tidak itu biarkan kepolisian yang mengungkapkan. Yang jelas saya menyayangkan, sudah terasa ada situasi yang mengancam seperti ini tapi secara kasat mata dilihat oleh kita tidak ada kesiagaan khusus," ungkapnya.
Hilmi menyatakan, ancaman bom yang meledakan Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott pada Jumat (17/7) pagi itu menandakan ancaman terhadap keamanan dan ketenangan hidup berbangsa dan bernegara itu masih ada. "Untuk itu kita harus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan kita saat-saat ini," imbaunya. [mut]
- Diperiksa Propam, Susno Dikawal Ambulance
- Fachry Ali: PDIP tak Menjamin Perkuat SBY
- Disambangi Boediono, Anak Sri Mulyani Salat
- 'Uang Cek Miranda Untuk Bantu Kampanye Mega"
- Susno Ancam Bongkar Seluruh Kasus di Polri
- PKS Bakar Bendera Israel Terbesar di Indonesia
- Kompolnas: Susno Cemarkan Nama Baik Polri!
- Susno Diperiksa Propam, Mabes Polri Didemo
- Susno Diperiksa Propam Mabes Polri
- PKS Minta Saat UN Siswa dan Guru Tak Bawa HP
- HNW Nilai Burnap Ajarkan Demokrasi di DPR
- PKS: UN Harus Diawasi Agar Tak Melenceng
- Ical: Burnap Tak Pernah Tinggalkan Golkar
- Boediono Tak Khawatir Soal UN Bocor
- Robert Tantular Kembali Diperiksa KPK
Kurs BI :












