
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9125

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Jatuhnya pesawat Nomad milik TNI AU untuk yang kesekian kalinya, akibat ketidakberesan sistem alutsista. Komisi I DPR menganggap dilema alutsista ini ibarat buah simalakama.
"Masalah alutsista bagaikan buah simalakama. Ibarat menangani masalah alutsista bagai orang memakai sarung kependekan, saat kedinginan, kalau ditarik ke atas kaki yang kedinginan dan sebaliknya," kata Wakil Ketua Komisi I Yusron Ihza Mahendra di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (9/9).
Menurut Yusron, masalah utama Alutsista di Indonesia terbentur soal anggaran 2009 dan peralatan pertahanan yang dianggap sudah lawas. Negara hanya mengaggarkan Rp 33 triliun dari kebutuhan sebesar Rp 100 triliun untuk alutsista.
"Di tahun 2010 dianggarkan Rp 120 triliun namun hanya dipenuhi Rp 40 triliun. Tambahan ini saja karena ada tekanan dari berbagai pihak setelah ada peristiwa serupa," cetusnya.
Yusron mengakui penambahan anggaran untuk Alusista sulit dilakukan, jadi mau tak mau harus dilakukan pemangkasan pada pos anggaran yang lain. Anggaran di tahun ini harus dapat dikontrol dan dipastikan guna perawatan alutsista. "Jangka panjangnya perlu ada sebuah pembangunan industri pertahanan yang juga bisa memicu perekonomian kita," tandasnya. [win/ikl]
- Kunjungan Obama Ditunda, Mahasiswa UI Batal Demo
- Inilah Kejanggalan Penanganan Kasus Pajak di Polri
- Dengar Yel Kampanye JK-Win, Boediono Balas 'Lanjutkan!'
- Satgas Belum Laporkan Jenderal Markus ke SBY
- Robert Tantular Kecewa Pada Pansus Century
- Obama ke Indonesia 'Bareng' Ahmadinejad
- Inilah (Perkiraan) 4 Calon Ketum PBNU
- Ternyata Boediono 'Ngarep' Jadi Mendiknas
- Obama Batal Datang, FPI Potong Kambing
- Hasyim: Tembak 1 Teroris, 1.000 Muncul
- KPK Akhirnya Bisa Periksa Robert Tantular
- Boediono Berbagi 'Jurus' Sukses ke Siswa SMA
- Ke Indonesia Juni, Obama Bawa Anak-Istri
- Kasus Korupsi Ayat Rokok Kembali Mengepul
- PKB Dilarang Mejeng di Muktamar NU












