
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Polisi mensinyalir Syaefuddin Zuhri-Muhammad Jibril membentuk simpul baru jaringan terorisme di Indonesia pasca tewasnya Noordin M Top. Namun hal tersebut diragukan, karena keduanya yang saling bertolak belakang soal ideologi terorisme..
"Kalau menurut saya Jibril itu tidak mungkin karena itu sama sekali tidak jelas. Dan Muhammad Jibril ini berlainan sendiri pahamnya. Jadi tidak mungkin dia membentuk jaringan baru," ujar pengamat terorisme Al Haidar kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (30/9).
Hal tersebut, menurutnya karena anak dari Abu Jibril ini memiliki pandangan yang berbeda dengan kelompok teroris yang lain besutan gembong teroris Noordin M Top. Pemilik situs arrahmah.com itu, diyakini dia memiliki pandangan yang fundamental.
"Jibril itu fundamentalis sedangkan Noordin itu alirannya Radikal. Kalau Syaifuddin Zuhri itu mungkin karena dia yang mencari dana untuk Noordin. Dan dia juga yang menghubungkannya”, tutur peneliti terorisme dari Nanyang Technology University, Singapura ini.
Sebelumnya Kanit Lima IT Cyber Crime Petrus Golose mengatakan Jibril kemungkinan membangunan simpul baru dengan Syaifuddin Zuhri. Selain itu, Jibril juga telah menerima dana dari kelompok yang mengalirkan dana untuk kepentingan organisasi mereka.
Menurut Petrus, berdasarkan surat Syaifuddin Zuhri, peran Jibril adalah selalu menjalin hubungan dengan luar negeri. Dan memang Jibril sering bepergian ke luar negeri. Bahkan, ada kaitan antara Jibril dan Zuhri yakni berangkat ke Arab Saudi bersama dan menggunakan paspor yang palsu. [tia/jib]
- Spanduk Dukungan Gus Solah Pimpin NU Bertebaran
- Puan Diusulkan Jadi Wakil Ketua Umum PDIP
- Amankan Muktamar, Banser NU Diisi Ilmu Kebatinan
- Ribuan Massa PKS NTB Bakar Bendera Israel
- SBY: Ibu Nasution Cinta Kaum Lemah
- NU Jatim Mulai Berangkat ke Makassar
- PKS: Perseteruan Polri-Susno Memalukan!
- Boediono Minta Generasi Muda Teladani Bu Nas
- Jasad Bu Nas Dimakamkan di TMP Kalibata
- Calon Ketua Umum Partai Demokrat tak Ada yang Menonjol
- SBY Persilakan Calon Ketua Umum Partai Demokrat Deklarasi
- Massa PKS Sulsel Turun ke Jalan Dukung Palestina
- Muktamar NU Dijaga 2000 Personil TNI/Polri
- Susno Sengaja Merobek Citra Polri
- F-PKS Tolak Ujian Nasional












