
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Kontroversi film 2012 yang bercerita soal ramalan kiamat dari suku Maya terus bergulir. Front Pembela Islam (FPI) menilai, film garapan Roland Emmerich itu mengandung nilai kemusyrikan.
"Film 2012 nampaknya bisa menghipnotis semua orang yang menonton bahwa kiamat memang nyata akan terjadi pada saat itu. Percaya dengan film itu sama saja dengan musyrik," ujar anggota FPI, Mustafa kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (16/11).
Mustafa menilai, film yang dipromosikan besar-besaran dan diputar secara serentak di dunia itu tidak mengandung unsur hiburan sama sekali. Film yang menceritakan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu dianggapnya hanya mengandung doktrin bahwa hari kiamat sebentar lagi akan datang dan manusia harus cepat-cepat bertobat.
"Umat yang mau bertobat tidak harus menunggu sampai 2012 datang, tanpa adanya film itu seharusnya umat Islam sudah bertobat. Film ini membuat nilai-nilai aqidah umat Islam jadi merosot," katanya.
FPI, sambungnya, akan mengimbau pemerintah, khususnya Departemen Agama untuk segera memberikan keterangan kepada masyarakat untuk tidak mudah memercayai cerita dari film yang berdurasi 158 menit itu. [mut]
- MUI: Masjid Hadap Barat Tak Salah Kiblat
- Ratusan Tokoh Lepas Burnap di Medan
- Gus Solah: Tidak Benar SBY Gak Suka pada Saya
- Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
- Inilah Opsi SBY Untuk Nasabah Antaboga
- SBY Panggil Calon Ketum PBNU, Indepedensi Terancam
- Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani
- Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Udju Djuhaeri
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah
- Soal Palestina, NU Ogah Tiru PKS
- Polemik di Polri, SBY Harus Panggil Kapolri dan Susno












