
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta — Rumor soal pemecatan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Februari mendatang mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Salah satunya dari Presiden SBY.
Menurut Presiden, rumor itu bertujuan untuk mengadu domba antara dirinya dengan berbagai pihak. Siapa yang dimaksud?
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham memiliki jawaban perihal siapa pengadu domba Presiden SBY dengan berbagai pihak. Menurut Idrus, pelaku pengadu domba merupakan orang di sekitar elit politik. "Sekitar elit politik dan pejabat yang ada," katanya kepada pers termasuk R Ferdian Andi R, wartawan INILAH.COM, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1). Siapa mereka? Berikut wawancara lengkapnya:
Apa respon Anda terkait pernyataan Presiden SBY yang menilai rumor pemecatan Menkeu Sri Mulyani hanyalah sebagai upaya adu domba?
Pertama terus terang saya sangat bersyukur kalau presiden merasakan atau memahami tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Kalau itu terjadi, langkahnya tinggal selangkah lagi. Mari kita sama-sama cari siapa yang mengadu domba itu.
Siapa kira-kira pelakunya?
Pengalaman kita yang merusak itu yang pengadu domba, biasanya yang mengadu domba dalam dunia politik tidak jauh-jauh paling di sekitar juga. Jadi tidak begitu susah. Saya kira tanggapan saya saya selaku sekjen DPP partai Golkar, karena saya merasa selama ini agak terganggu ketika ada pernyataan di luar berbagai tuduhan ke Partai Golkar, lalu Ketua Umum saya sudah membuat pernyatan bahwa Partai Golkar bukan partai pengkhianatan kepada koalisi. Tetapi Golkar bukan partai yang hanya mengikuti tanpa pandangan kritis dan argumentasi obyektif dan faktual. Saya ingin mengatakan yang mengadu domba itu orang yang tahu permainan. Orang yang tahu itu di sekitar kita juga. Tidak jauh-jauh.
Apakah yang Anda maksud sekitar Istana?
Saya tidak mengatakan itu, tetapi di sekitar yang paham masalahnya.
Sekitar Partai Golkar, Istana atau SBY?
Sekitar elit politik dan pejabat yang ada. Bukan Istana, tidak harus istana. Di sekitar pejabat, mungkin karena kepentingannya terganggu.
Bukan dari Partai Golkar?
Yang pasti Golkar diajarin untuk tidak mengadu domba. [mor]
- Masdar F Mas’udi
Kembalikan NU pada Khittah-nya - Sony Arianto Kurniawan
Saya Apresiasi Terhadap Sony Corp - Ahdian Hussaini
Anggap Saja Obama Sebagai Tontonan - Dynno Chressbon
Teroris Bersiap Serang Obama - Al Khatat
Kami Tolak Sampai Obama Datang - Bachtiar Effendi
Penghinaan Buat Para Tokoh - Umar Juoro
Awas! Implikasi Ekonomi Boikot Menkeu -
Tifatul: Bahkan Abu Jahal Saja Dihormati - Mukhamad Misbakhun
'Masyarakat Panggil Saya Pak Pansus' - Mahfud MD
Boediono Bisa Diberhentikan - Sjamsu Rahardja
Indonesia Jangan Sampai Alami Filipinanisasi - Prof Ahmad Suhelmi PhD
Century Gate Jadi Pertarungan Kekuasaan - Irman Putra Sidin
Arah Pansus Bukan ke Menkeu - Prof Ron Chepesiuk
Korupsi Jadi Tantangan RI -
Istri Sunan: Jennifer Dunn Bukan Siapa-siapa












