Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Wawancara
 
20/01/2010 - 10:18
Idrus Marham
Pengadu Domba SBY-Ical, di Sekitar Pejabat!
R Ferdian Andi R
Idrus Marham
(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta — Rumor soal pemecatan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Februari mendatang mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Salah satunya dari Presiden SBY.

Menurut Presiden, rumor itu bertujuan untuk mengadu domba antara dirinya dengan berbagai pihak. Siapa yang dimaksud?

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham memiliki jawaban perihal siapa pengadu domba Presiden SBY dengan berbagai pihak. Menurut Idrus, pelaku pengadu domba merupakan orang di sekitar elit politik. "Sekitar elit politik dan pejabat yang ada," katanya kepada pers termasuk R Ferdian Andi R, wartawan INILAH.COM, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1). Siapa mereka? Berikut wawancara lengkapnya:

Apa respon Anda terkait pernyataan Presiden SBY yang menilai rumor pemecatan Menkeu Sri Mulyani hanyalah sebagai upaya adu domba?

Pertama terus terang saya sangat bersyukur kalau presiden merasakan atau memahami tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Kalau itu terjadi, langkahnya tinggal selangkah lagi. Mari kita sama-sama cari siapa yang mengadu domba itu.

Siapa kira-kira pelakunya?

Pengalaman kita yang merusak itu yang pengadu domba, biasanya yang mengadu domba dalam dunia politik tidak jauh-jauh paling di sekitar juga. Jadi tidak begitu susah. Saya kira tanggapan saya saya selaku sekjen DPP partai Golkar, karena saya merasa selama ini agak terganggu ketika ada pernyataan di luar berbagai tuduhan ke Partai Golkar, lalu Ketua Umum saya sudah membuat pernyatan bahwa Partai Golkar bukan partai pengkhianatan kepada koalisi. Tetapi Golkar bukan partai yang hanya mengikuti tanpa pandangan kritis dan argumentasi obyektif dan faktual. Saya ingin mengatakan yang mengadu domba itu orang yang tahu permainan. Orang yang tahu itu di sekitar kita juga. Tidak jauh-jauh.

Apakah yang Anda maksud sekitar Istana?

Saya tidak mengatakan itu, tetapi di sekitar yang paham masalahnya.

Sekitar Partai Golkar, Istana atau SBY?

Sekitar elit politik dan pejabat yang ada. Bukan Istana, tidak harus istana. Di sekitar pejabat, mungkin karena kepentingannya terganggu.

Bukan dari Partai Golkar?

Yang pasti Golkar diajarin untuk tidak mengadu domba. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !