
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(Istimewa)
INILAH.COM, Paris - Menteri Keluarga Prancis Nadine Morano mengusulkan, imigran Muslimah yang mengenakan burkha sebaiknya menekan kontrak takkan memakainya jika ingin tinggal di negara itu.
"Hal ini akan menjadi sebuah perjanjian terintegrasi untuk pendatang baru sebelum mereka tinggal disini," kata Menteri Keluarga Prancis Nadine Morano, seperti dilansir Mail Online, Selasa (9/2), yang juga melarang pernikahan paksa (perjodohan) dan poligami.
Morano mengatakan, persamaan antara laki-laki dan perempuan merupakan prinsip yang sangat penting di negaranya. Proposal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi pemerintahan yang memperdebatkan identitas kebangsaan Pransi.
Bulan lalu, sebuah komite mengusulkan agar perempuan yang mengenakan burkha dilarang naik kendaraan umum serta beraktivitas di sejumlah tempat umum seperti sekolah dan rumah sakit. Langkah Prancis ini diperkirakan akan banyak mendapatkan pertentangan dari lembaga HAM. [vin]
- Skandal Seks Warnai Gereja Katolik
- Tiga Mata-mata AS Dipancung Taliban
- Sekjen PBB Dukung Berdirinya Negara Palestina
- Kereta Termewah India Mulai Meluncur
- China Gelap Gulita Dihantam Badai Pasir
- Jenazah TKI yang Caleg PAN, Dipulangkan
- Lapor Komnas HAM Australia
- Kisah Manusia Tanpa Jenis Kelamin (1)
- Ajak Ngeseks Via Facebook, Kakek Divonis 100 Tahun
- RUU Kesehatan Obama Lebih Penting Ketimbang Jakarta
- Unjuk Rasa Thailand Rugikan Industri Pariwisata
- Cerita Tentang Cewek
- Kunjungan Obama Molor Karena RUU Kesehatan
- PBNU: Tak Perlu Tolak Obama
- 'Obama Tak Beda Jauh dengan Firaun'












