Inilah Kronologi Kericuhan Kongres PSSI (I)

AN
Oleh Arie Nugroho
Sabtu 21 Mei 2011
share
IST

INILAH.COM, Jakarta - Kongres PSSI yang berlangsung di Hotel Sultan, Jumat (20/5/2011) WIB, berakhir ricuh dan berujung pada ditutupnya Kongres PSSI oleh Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Inilah kronologi lengkap kericuhan tersebut.

Kongres PSSI berlangsung di Ballroom Hotel Sultan dan dimulai pada pukul 14.40 WIB dengan agenda tunggal yakni pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan sembilan Anggota Komite Keksekutif PSSI periode 2011-2015.

Kongres dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta Kongres. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Setelahnya, Ketua KONI Rita Subowo dan terakhir Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng menyampaikan sambutannya.

Ketiganya mengungkapkan pesan yang sama, yakni agar kongres yang dilansgsungkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini berjalan dengan tertib, lancar, dan dalam suasana persahabatan untuk memulai proses kebangkitan sepakbola nasional yang saat ini tengah terpuruk.

Saat itu, suasana masih terlihat cukup kondusif. Para peserta tampak khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan menanggapi dengan antusias sambutan ketiga tokoh olahraga nasional tersebut.

Akan tetapi, suasana mulai memanas selepas rehat usai pembukaan, sekitar pukul 16.00. Salah satu pemilik suara menginginkan agar petugas keamanan panitia dan para pihak-pihak yang tidak memiliki hak suara di dalam ruangan kongres untuk meninggalkan ruangan.

Yang kedua, para pemilik suara tersebut menginginkan adanya penjelasan dari Komite Banding Pemilihan terkait dengan putusan banding yang mereka buat pada 12 Mei silam.

Kemudian, sebagian peserta kongres juga mendesak agar FIFA memberikan alasan penganuliran George Toisutta dan Arifin Panigoro. Akhirnya, perwakilan FIFA Thierry Regenass yang tadinya hanya bertindak sebagai pengamat angkat bicara.

Permintaan pertama diakomodasi ketua KN dengan meminta pihak-pihak yang tidak memiliki hak suara untuk agak menjauh dari tempat duduk peserta, namun tetap berada di dalam ruangan.

Sementara untuk permintaan kedua tidak diakomodir karena ditegaskan Agum, hal tersebut tidak ada dalam agenda kongres.

Namun Agum memberikan kesempatan kepada Direktur Asosiasi dan Pengembangan Federasi FIFA Thierry Regenass memaparkan dengan jelas alasan penganuliran kedua nama tersebut.

Para pemilik suara yang dikenal dengan kelompok 78 itu tak puas dan tetap memaksakan diadakannya agenda mendengar penjelasan dari Komite Banding Pemilihan.

Silih berganti mereka mengajukan interupsi untuk topik yang sama dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada Agum untuk menjawab. Agum tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan kesempatan.

Sebelum istirahat dan sholat Maghrib, ketua KN tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan voting, menentukan akan tetap melaksanakan kongres sesuai agenda atau tidak. Kelompok 78 pun menyetujui.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar akhirnya mengumumkan bahwa Kongres diistirahatkan selama satu jam.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA