Inilah Kronologi Kericuhan Kongres PSSI (II)

AN
Oleh Arie Nugroho
Sabtu 21 Mei 2011
share
beritajatim

INILAH.COM, Jakarta - Suasana Kongres PSSI semakin bertambah buruk setelah istirahat. Hujan interupsi dari para peserta kongres silih berganti dan berujung pada ditutupnya kongres.

Setelah kongres kembali dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, hujan interupsi terus terjadi. K78 meminta voting dilakukan untuk menentukan adanya penjelasan dari KBP, bukan untuk melanjutkan agenda kongres.

Debat pun kembali berlangsung hingga menjelang pukul 20.00. Agum sedikit melunak dan menawarkan voting tertutup mengenai waktu untuk penjelasan KBP, namun ditolak karena ingin voting dilakukan secara terbuka.

Namun setelah Agum menyetujui voting dilakukan secara terbuka, kelompok tersebut justru meminta dilakukan voting mengganti pemimpin kongres, yakni Komite Normalisasi.

Hujan interupsi tak henti silih berganti. Sebagian besar disampaikan dengan nada keras setengah berteriak atau berteriak. Suasana kongres tak ubahnya seperti arena orasi para pengunjuk rasa jalanan. Mereka tak lagi memedulikan giliran menyampaikan interupsi. Dengan mic ataupun tanpa mic, mereka menyampaikan pendapatnya masing-masing.

Pemimpin Sidang yang juga Ketua Komite Normalisasi kewalahan dan bahkan tidak sempat memberikan penjelasan karena baru mengucapkan beberapa patah kata sudah langsung ditimpa dengan interupsi lainnya.

Buntutnya, salah satu anggota Komite Normalisasi FX Hadi Rudiatmo memutuskan untuk mundur dan melakukan walkout dari arena kongres.

Akhirnya, sekitar pukul 20.45, Agum Gumelar memutuskan untuk menutup kongres karena menilai suasana kongres sudah tidak lagi kondusif dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali.

"Karena situasi sudah tidak kondusif dan tidak memungkinkan kita menghasilkan suatu keputusan, maka dengan mengucap alhamdulillah dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, dengan ini kongres saya tutup," putusnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA