'Pelatih Persib Harus Punya Mental Baja'

RM
Oleh Rivan Mandala Putra
Senin 12 Maret 2012
share
IST

INILAH.COM, Bandung - Pelatih yang sempat membawa Persib juara Liga Indonesia I 1994/1995, Indra Thohir, tidak mau mengaitkan kegagalan Maung Bandung saat karena faktor pelatih. Dia pun enggan mengklaim dirinya sebagai pelatih paling sukses mengarsiteki tim kebanggaan warga Jabar tersebut.

Thohir menyebut, posisi pelatih Persib merupakan kursi panas bagi siapa pun yang menempatinya. Fanatisme yang luar biasa dari bobotoh, membuat siapa pun pelatihnya harus mempunyai mental baja.

"Saya rasa semua pelatih yang pernah memegang Persib sudah bagus. Mereka tentunya mengerti soal kepelatihan. Saya tidak ingin menyebutkan jika saya pelatih yang paling sukses. Namun ada yang membedakan jika kita menjadi seorang pelatih Persib. Kursi pelatih Persib itu merupakan kursi panas. Jadi, kita harus benar-benar punya mental yang kuat untuk duduk di posisi tersebut," jelas Thohir.

Saat ini, lanjutnya, banyak perbedaan jika dibandingkan pada masa kejayaannya dulu. Dulu, kenang Thohir, bobotoh punya pengaruh besar terhadap psikologis seluruh komponen tim Maung Bandung. Saking besarnya rasa cinta pada Persib, bobotoh tidak akan rela tim pujaannya kalah. Sehingga tuntutan agar Persib selalu menang di setiap pertandingan terus berkobar, baik di dalam maupun luar lapangan. Jika Persib kalah, tak jarang bobotoh datang meneror ke rumah Thohir.

"Wah, waktu zaman saya dulu berat sekali. Saya mengemban tanggung jawab yang besar kepada warga Jawa Barat. Jangankan kalah, seri di kandang pun sudah pasti saya dan tim bakal tidak aman. Mereka sampai sengaja berkumpul di depan rumah saya hanya untuk sekadar melakukan teror terhadap saya. Bahkan, anak saya pernah menangis karena tidak tahan dengan ejekan teman-teman sekolahnya karena Persib kalah. Tapi, itu dulu, bobotoh sekarang mah sudah balalageur," seloroh Thohir.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA