Mo Farah Rebut Emas Kedua di Kejuaraan Dunia

BL
Oleh Boy Leonard Pasaribu
Sabtu 17 Agustus 2013
share
Atlet Inggris, Mo Farah - bbc.co.uk

INILAH.COM, Moskow - Atlet Inggris, Mo Farah, meraih medali emas keduanya pada Kejuaraan Dunia Atletik 2013 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, pada hari Jumat (16/8/13) waktu setempat.

Medali emas kedua ini diraih pelari berusia 30 tahun itu dari nomor lari 5000m putra, beberapa hari setelah ia menyabet medali emas pertama dari nomor lari 10000m. Torehan dua emas ini mengulang prestasinya di Olimpiade 2012 lalu.

Raihan ini sekaligus menjadikannya sebagai orang kedua setelah Kenenisa Bekele asal Kenya yang berhasil memenangkan dua nomor lari jarak jauh di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

Mo Farah menjuarai nomor 5000m dalam waktu 13 menit 26,98 detik, mengalahkan pelari Ethiopia, Hagos Gebrhiwet.

Dengan demikian, Farah telah mengantongi lima medali emas tingkat dunia sepanjang karirnya. Satu emas lagi diraihnya di Kejuaraan Dunia 2011 lalu di Daegu, Korea Selatan.

"Saya sudah bekerja keras untuk ini dan yang saya pikirkan adalah anak-anak saya dan betapa lamanya saya jauh dari mereka. Saya mengingat kerja keras saya dan saya tak mau itu terbuang sia-sia," kata Farah seperti dilansir BBC.

"Amat sulit. Mereka (putri kembarnya) tumbuh amat cepat dan saya sudah tak bersama mereka selama empat atau lima bulan terakhir. Mereka tidak mengenali saya jadi saya ingin menghabiskan waktu bersama mereka," peraih tujuh medali emas di tingkat Eropa itu menjelaskan.

Ucapan terimakasih tak lupa ia sampaikan kepada sang pelatih, Alberto Salazar, yang mulai melatihnya pada tahun 2011.

"Dia yang menciptakan karir untuk saya, saya tak pernah menyangka akan meraih hal seperti ini. Saya tahu saya bekerja keras untuk ini, tetapi Anda butuh orang yang tepat dan saya senang saya sudah mendapatkan orang yang tepat."

"Perlombaan ini amat berat, saya mendapatkan banyak tekanan, tetapi di saat bersamaan saya menikmatinya. Saya amat bangga bisa mewakili negara saya dan mengangkat Union Jack (bendera Inggris)," ia mengakhiri.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA