De Bruyne Sebut Euro 2020 Kompetisi Bohongan

AB
Oleh Arif Budiwinarto
Kamis 21 November 2019
share
Gelandang Timnas Belgia, Kevin De Bruyne - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gelandang Timnas Belgia, Kevin De Bruyne, mengkritik format Piala Eropa 2020. Ia menyebut gelaran tahun depan menomorduakan aspek kompetisi.

Piala Eropa 2020 mengusung format berbeda dari gelaran sebelumnya. Pada 6 Desember 2012, UEFA mengumumkan putaran final Piala Eropa 2020 pada 12 Juni hingg 12 Juli mendatang akan berlangsung di 12 negara di benua biru. Format baru ini dibuat untuk menandai 60 tahun Piala Eropa.

Bagi 12 negara yang terpilih sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020 tidak serta merta mendapat previlige lolos langsung ke putaran final, mereka harus terlebih dulu melewati babak kualifikasi. Adapun negara-negara tuan rumah Piala Eropa 2020 adalah Inggris (London), Jerman (Munchen), Italia (Roma), Azerbaijan (Baku), Rusia (St Petersburg), Belanda (Amsterdam), Rumania (Bucharest), Republik Irlandia (Dublin), Spanyol (Bilbao), Skotlandia (Glasgow) dan Denmark (Copenhagen).

Namun, keputusan UEFA tersebut tak serta merta menuai sambutan baik dari publik luas. Pelaksanaan putaran final di 12 kota berbeda serta penambahan jumlah pertandingan dari 31 laga dengan 16 negara peserta menjadi 51 laga dari 24 kontestan dianggap lebih mengarah ke aspek bisnis.

Hal inilah yang jadi sorotan De Bruyne. Ia bahkan berani menyebut format Piala Eropa 2020 tak ubahnya sebagai kompetisi jadi-jadian.

"Bagi saya, Piala Eropa rasanya seperti kompetisi abal-abal," kata pemain Manchester City kepada HLN.

"Ini memalukan; sepak bola sekarang arahnya sudah lebih ke bisnis," ia menambahkan.

Belgia lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 setelah memastikan diri jadi juara Grup I dengan meraih nilai sempurna 24 hasil dari delapan kali menang.

Sumber: Marca

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA