https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 February 2020 - 07:49 wib

Piala Presiden Jadi Momen Pengembangan Esports

INILAHCOM, Tangerang – Babak Grand Final Piala Presiden Esports 2020 diselenggarakan selama dua hari di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (1/2) dan Minggu (2/2) kemarin. Event ini diharapkan menjadi tonggak perkembangan dunia olahraga elektronik (eSports) Indonesia.

Di hari terakhir grand final Piala Presien Esports 2020, Tim Flash dari Vietnam jadi juara usai mengalahkan Tim Indonesia, Dranix Vendetta. Tim Indonesia lainnya, Louvre Esports Indonesia, menempati posisi tiga. Tim Flash berhak atas trofi Piala Presiden Esports dan uang tunai Rp. 300 juta. 

Selain game Free Fire, Grand Final Piala Presiden Esports 2020 juga memperlombakan tiga game lainnya yakni eFootball Pro Evolution Soccer (PES), gim kasual Mobile Premiere League  (MPL)– Fruit Dart, dan gim lokal Ultra Space Battle Brawl (USBB). Pada pertandingan game PES, gelar juara juga diraih oleh atlet asal Vietnam yaitu Nguyen Tuan Anh. Ia menaklukan rekan senegaranya Do Trung Tuan dengan skor tipis 2-1. Tempat ketiga diraih oleh atlet PES tuan rumah I Made Arisandra.
 
Atlet esports Indonesia hanya berjaya dalam cabang gim Mobile Premiere League (MPL) – Fruit Dart dan pertandingan eksebisi game lokal Ultra Space Battle Brawl (USBB). Aby Ramadhan, pemain esports dari Jakarta Timur, berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Miftahul Fajar dengan skor 3-1. Sedangkan Dio Alsabah menjadi juara di gim USBB yang merupakan besutan developer lokal Indonesia Mojiken Studio dan Toge Productions.
 
Meski atlet tuan rumah gagal meraih gelar juara di game-game utama, Menpora Zainuddin Amali tetap mengapresiasi pencapaian tersebut. Zainudin juga berharap, Piala Presiden Esports tidak berhenti sampai di sini dan akan terus berlanjut dengan level yang lebih besar lagi. Baik dari sisi jumlah peserta maupun negara yang terlibat.

"Esports semakin tinggi peminatnya. Dalam Piala Presiden Esports ini bahkan diikuti oleh hampir 180.000 peserta dan melibatkan negara-negara lain. Ini hal yang sangat positif sehingga pemerintah memberikan apresiasi dan akan terus mendorong pengembangannya," kata Menpora dalam jumpa pers didampingi Deputi Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari, Ketua KONI Marciano Norman, Wakil Ketua Dewan Penasehat PB Esports Sandiaga Uno, dan Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Pembangunan Manusia Abednego Tarigan.

"Esports semakin tinggi peminatnya. Dalam Piala Presiden Esports ini bahkan diikuti oleh hampir 180.000 peserta dan melibatkan negara-negara lain. Ini hal yang sangat positif sehingga pemerintah memberikan apresiasi dan akan terus mendorong pengembangannya," Menpora menambahkan. 

Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esports 2020, Giring Ganesha, melihat esports Indonesia akan terus berkembang besar dan membawa dampak positif di berbagai aspek.

"Kami sebagai penyelenggara berupaya memberikan yang terbaik bagi esports Indonesia. Kita sudah melihat bagaimana tadi atlet-atlet kita sudah berjuang sekuat tenaga memberikan upaya terbaiknya. Maka kita semua sama-sama berjuang untuk esports karena kita tahu bahwa esports Indonesia memiliki masa depan yang cerah," tuturnya.

Giring berharap melalui penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2020 ini dapat membentuk ekosistem Esports yang semakin kuat di Indonesia, sehingga kelak lahir juara-juara esports yang mengharumkan nama bangsa di kancah global.
 
"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah yang begitu besar terhadap esports, terutama Presiden Bapak Joko Widodo yang sedari awal visi beliau melihat esports ini sebagai masa depan yang harus dikembangkan dengan baik. Piala Presiden Esports merupakan inisiatif beliau sebagai presiden pertama yang membuat event regional seperti ini," dia menambahkan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan