BOPI Respon Soal Sponsor Judi di Liga 1 2020

AB
Oleh Arif Budiwinarto
Selasa 25 Februari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengeluarkan pernyataan terkait polemik situs judi online jadi sponsor klub Liga 1 2020.

Di media sosial, warganet ramai membicarakan Tira-Persikabo yang menggaet sponsor situs judi online SBOTOP. Ini bukan kali pertama, klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor disponsori situs judi online, musim lalu mereka bekerjasama dengan M88FC.

Direktur Pengembangan Bisnis Tira-Persikabo, Rhendie Arindra, menjelaskan langkah klub menjalin kerjasama dengan situs judi online sudah memperhatikan regulasi operator liga.

"Sebenarnya kami mengikuti regulasi saja. Kalau di regulasi memperbolehkan, ya tidak apa apa. Sebelum menjalin kerja sama dengan itu kami juga membaca regulasi dan bertanya-tanya," jelas Rhendie.

"Sebenarnya kami mengikuti regulasi saja. Kalau di regulasi memperbolehkan, ya tidak apa apa. Sebelum menjalin kerja sama dengan itu kami juga membaca regulasi dan bertanya-tanya," ia menambahkan.

Merespon polemik tersebut, BOPI menyatakan pihaknya tengah membangun komunikasi dengan instansi-instansi yang berwenang untuk mendapatkan interpretasi hukum yang akurat mengenai permasalahan tersebut.

Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera, mengaku segera meminta penjelasan dari operator liga, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). BOPI ingin mengetahui secara detail mengenai ketentuan sponsorship dan aspek komersial secara keseluruhan.

"Sesuai dengan tugas dan fungsi pokok kami, BOPI sebagai regulator industri olahraga profesional, mengawasi dan memperhatikan kepatuhan terhadap hukum negara, yang berupa peraturan dan undang-undang negara," demikian pernyataan BOPI dalam rilis yang diterima INILAHCOM, Selasa (25/2/2020).

Richard berharap kondisi ini dapat dikelola dengan baik, dicarikan solusinya, dan tidak sampai mengganggu kompetisi Liga 1 2020. Lebih lanjut, BOPI senantiasa mendukung perkembangan kegiatan olahraga profesional di Indonesia selama tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA