Leg II Babak 32 Besar Liga Europa

Kemenangan yang Terasa Aneh bagi Inter

AB
Oleh Arif Budiwinarto
Jumat 28 Februari 2020
share
(Foto: GettyImages)

INILAHCOM, Milan - Inter Milan meraih kemenangan atas Ludogorets di leg kedua babak 32 besar Liga Europa 20190-2020. Antonio Conte menyebut hasil positif tersebut terasa aneh. Apa alasannya?

Inter menjamu Ludogorets di Giuseppe Meazza, Jumat (28/2/2020) dini hari WIB. Jelang laga tersebut, I Nerazzurri mengantongi keunggulan agregat 2-0 di leg pertama.

Pertandingan ini harus berlangsung tertutup setelah ada rekomendasi dari Serie A dan UEFA menyusul langkah preventif Pemerintah Italia mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Negeri Pizza yang semakin mengkhawtirkan.

Tampil tanpa dukungan penuh Interisti, Romelu Lukaku dkk sempat tertinggal terlebih dulu pada menit ke-26 setelah Cauly Oliviera Souza membobol gawang Daniele Padelli. Inter mampu menyamakan skor pada menit ke-31 berkat gol Cristiano Biraghi. Gol Romelu Lukaku pada menit ke-45+4 membalilkkan skor jadi 2-1 yang bertahan hingga laga usai.

Kemenangan tersebut memastikan La Beneamata melaju ke babak 16 besar berkat keunggulan agregat 4-1. Hasil akhir di laga ini membuat Conte lega, ia sempat khawatir bermain di stadion tanpa penonton akan memberikan pengaruh non-teknis pada permainan timnya. Namun, hal tersebut terbukti tidak terjadi.

"Saya pernah merasakan pertandingan tertutup saat mendampingi Timnas Italia melawan Kroasia. Atmosfernya sangat berbeda dan lebih terasa seperti sesi latihan, yang mana berbahaya bagi sikap pemain, tetapi pemain bisa kembali ke jalur permainan," kata Conte usai laga.

Pada pertandingan dini hari tadi, Conte menerapkan skema berbeda 4-4-2 yang biasanya ia akrab dengan skema tiga bek dan lima gelandang. Pelatih 50 tahun beralasan perubahan pola permainan tersebut merupakan kebutuhan teknis.

"Kami perlu terus mengeksplorasi ide-ide baru dan mencobana di latihan. Penundaan pertandingan melawan Sampdoria pekan kemarin memberikan kami waktu mencoba hal baru, yang bisa digunakan baik di awal ataupun sepanjang pertandingan selama 90 menit."

"Kami selalu mencari keseimbangan dalam bertahan dan karakteristik lawan yang kami hadapi," ia memungkasi.

Sumber: Football-Italia

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA