All England

Ini Evaluasi Pelatih untuk Hendra/Ahsan

AP
Oleh Andi Putra
Selasa 17 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, gagal mempertahankan gelar juara di All England 2020, usai tersingkir di babak perempatfinal.

Hendra/Ahsan disingkirkan oleh pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. The Daddies harus mengakui keunggulan Endo/Watanabe dua game langsung dengan skor 19-21, 18-21.

Mengevaluasi permainan Hendra/Ahsan, pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengatakan bahwa pasangan nomor dua dunia itu tidak dalam kondisi bugar saat melawan Endo/Watanabe di perempatfinal.

"Kalau Ahsan/Hendra mungkin kasusnya agak berbeda menurut saya. Karena Ahsan/Hendra dari babak pertama mereka ketemunya Jepang terus, ketat terus dan juga rubber," ungkap Herry IP.

"Sampai pertandingan ketiganya mereka ketemu Endo/Watanabe. Memang kalau ketemu Endo/Watanabe kondisi fisik kita harus benar-benar fresh," sambungnya.

"Karena seperti yang saya bilang, kalau mau ambil poin dari mereka harus membunuh. Membunuh artinya apa? Ya kita harus menyerang. Nggak bisa kita dapat poin secara gratis, menunggu kesalahan mereka."

"Jadi benar-benar harus membunuh, makanya tenaga dan fisik harus fresh dan nggak boleh kendor," tandasnya menutup.

Capaian terbaik ganda putra Indonesia di All England 2020 ini adalah runner-up, yang diraih oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Mereka takluk dari Endo/Watanabe di final.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA