PBSI Dukung Penundaan Olimpiade 2020

AP
Oleh Andi Putra
Jumat 27 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PP PBSI mendukung keputusan Kominte Olimpiade Internasional (IOC) menunda gelaran Olimpiade 2020 Tokyo, yang awalnya dijadwalkan pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

Presiden IOC, Thomas Bach, dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memutuskan untuk menunda Olimpiade menyusul penyebaran pademi virus corona yang tak menunjukkan tanda-tanda berhenti di seluruh dunia.

Wabah Corona yang masih belum reda di ratusan negara di dunia membuat IOC (International Olympic Committee) akhirnya memutuskan Olimpiade Tokyo 2020 diundur dari jadwal awal, 24 Juli - 9 Agustus 2020.

Seperti dimuat di situs resmi Olimpiade, saat ini sudah ditemukan lebih dari 375,000 kasus virus corona di seluruh dunia dan angka ini masih terus bertambah setiap jamnya.

Olimpiade 2020 pun diputuskan untuk ditunda selama setahun atau hingga 2021, namun titelnya tetap akan disebut Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

PBSI memandang bahwa keselamatan dan kesehatan semua menjadi perhatian utama saat ini. Melalui pernyataan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, PP PBSI mendukung penuh keputusan tersebut.

"Kami akan ikuti, apa yang menjadi keputusan IOC dan BWF, karena saat ini yang penting adalah keselamatan dan kesehatan peserta olimpiade. Wabah Covid-19 membuat kami semua tidak punya pilihan lagi, harus ikuti prosedur yang sudah ditentukan," ujar Budiharto.

"Keputusan ini dibuat tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal, dan tidak dipungkiri harus ada banyak penyesuaian juga dari pemain. Harus ada adjustment dengan kondisi perubahan jadwal turnamen, program latihan, dan sebagainya," lanjutnya.

PBSI juga belum bisa bicara mengenai apakah mundurnya olimpiade berdampak pada pergeseran pemain yang akan lolos ke olimpiade mengingat sejumlah pemain andalan kini tengah berada di peak performance mereka.

"Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi olimpiade dan pembekuan rangking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali," ungkap Budiharto.

"Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak," tutur Budiharto.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA