RDPU PSSI dengan Komisi X DPR

IN
Oleh inilahcom
Kamis 09 April 2020
share
(PSSI)

INILAHCOM, Jakarta - PSSI menyampaikan kebijakan dalam kondisi pandemi Covid-19 ke Komisi X DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) melalui video confrence, Rabu (8/4/2020).

PSSI telah melakukan berbagai langkah sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Surat Protokol Kewaspadaan Pencegahan Wabah Covid-19 Bagi Kegiatan Keolahragaan yang dikeluarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, 17 Maret lalu.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi video conference, Rabu, 8 April 2020.

RDPU yang dipimpin Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini juga diikuti oleh Sekjen PBSI Achmad Budhiarto, mantan pebulutangkis sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono serta dua atlet nasional yakni pebulutangkis Kevin Sanjaya dan lifter Eko Yuli Irawan.

Pada kesempatan ini, Iriawan menyampaikan paparan terkait 'Kebijakan PSSI Dalam Kondisi Covid-19'. Ia menjelaskan, timeline atau rangkaian peristiwa sejak Kick-Off Liga 1, Liga 2, rapat darurat di Stadion Batakan Balikpapan, Extraordinary Meeting PT Liga Indonesia Baru, hingga keluarnya Surat Keputusan Ketua Umum PSSI pada 27 Maret 2020 mengenai penghentian liga dan pelatnas timnas karena situasi kahar/force majeure sesuai status tanggap darurat BNPB.

Iriawan juga menerangkan terkait lima pelatih timnas asal Korsel, termasuk Gong Oh-Kyun yang sempat menjalani rapid test dengan hasil positif Covid-19 namun tes SWAB terakhir sudah dinyatakan negatif.

Kemudian, Iriawan menjelaskan terkait persiapan Piala Dunia U-20 2021 dengan perencanaan semula pada Maret bulan lalu seharusnya FIFA datang ke Indonesia untuk menentukan kepastian 6 kota yang menjadi tuan rumah. Dengan keputusan itu, diharapkan pemerintah melalui Kementerian PUPR segera membangun stadion dan lapangan latihan yang akan menjadi venue Piala Dunia U-20 2021.

"Kedatangan FIFA juga mengalami penundaan. Namun, kami tetap mengirimkan berkas-berkas kesiapan stadion yang sudah kami kunjungi sebagai calon venue Piala Dunia U-20 2021. Kita juga memaklumi, pada kondisi seperti saat ini, pemerintah pun masih belum bisa melakukan pembangunan, renovasi, maupun rehabilitasi stadion," ujar Iriawan.

Selanjutnya, PSSI berencana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di tiap provinsi melalui Kemenkes, untuk melaksanakan rapid tes COVID-19 sehingga para pesepakbola dapat membawa surat bebas Covid-19 dari Dinas Kesehatan setempat.

"PSSI mewajibkan bagi setiap tempat pelaksanaan training camp untuk didisinfektan terlebih dahulu, minimal dua hari sebelum para pemain, pelatih dan ofisial timnas masuk," tambahnya.

"Sebelum sesi traning camp dilaksanakan, PSSI akan mengadakan edukasi mengenai pencegahan COVID-19 kepada para pemain, pelatih dan ofisial."

Terhadap karyawan dan lingkungan kerja PSSI, seminggu sebelum tanggal masuk kerja diumumkan, PSSI akan melaksanakan rapid test bagi seluruh karyawan dengan jadwal kedatangan yang diatur oleh dokter timnas.

"Setelah rapid test selesai, PSSI akan melaksanakan disinfektan sekali lagi terhadap lantai 12, 14 dan 15 kantor PSSI sebelum karyawan masuk kerja," tandasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA