Alfriyanto Nico Tetap Disiplin Jaga Makan

RA
Oleh Reza Adi Surya
Sabtu 02 Mei 2020
share
(Garuda Select)

INILAHCOM, Jakarta - Selama berlatih dengan Garuda Select, asupan setiap pemain selalu diperhatikan. Kini, meski tak lagi bersama Garuda Select, Alfriyanto Nico mengaku tetap disiplin menjaga pola makan.

Keberhasilan sebuah pembelajaran adalah bagaimana kita lantas bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Butuh kedisiplinan yang tidak main-main untuk melakukannya. Bagi seorang pesepak bola, hal itu menjadi harga yang tidak boleh ditawar-tawar jika ingin meraih kesuksesan.

Demikian yang terjadi pada para pemain Garuda Select. Selama kurang lebih enam bulan mereka ditempa di Eropa. Baik dari segi mental, fisik, maupun kedisiplinan itu sendiri. Untuk program angkatan kedua, pemain menghabiskan kurang lebih lima bulan di Inggris dan satu bulan di Italia.

Kedisiplinan tidak melulu soal teknis permainan. Tapi juga tentang bagaimana menjaga kesehatan. Salah satunya dengan memperhatikan asupan yang masuk ke tubuh. Selama di Eropa, para pemain terbiasa mendapatkan pengawasan dari tim pelatih dalam semua hal, termasuk makanan.

Kini, saat semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing, tantangan sebenarnya baru dimulai. Hal ini yang sedang diperjuangkan Nico. Penyerang bernomor punggung 11 ini mencoba tetap mengatur asupan yang dibutuhkan tubuhnya untuk menjaga kondisi. Tidak ada pengawasan tatap muka langsung membuat para pemain harus jujur dengan diri sendiri.

"Sekarang saya lebih memperbanyak sayur sayuran dan buah-buahan. Kalau sayur biasanya ada brokoli, bayam, wortel, kacang panjang, dan sawi," ujar Nico, di laman resmi Garuda Select.

"Kemudian karbohidrat harus tetap terkontrol seperti mengurangi porsi nasi dan memperbanyak protein seperti daging ayam," tambahnya.

Kedisiplinan sudah menjadi prinsip yang Nico jalani dalam meniti karier sebagai pesepak bola. Keberadaannya di skuad Garuda Select angkatan kedua juga merupakan hasil kedisiplinan tersebut. Dia bersaing dengan banyak pemain lain untuk meyakinkan Dennis Wise dan Des Walker agar membawanya berlatih di Eropa.

Nico juga mampu membuktikan diri sebagai salah satu pemain potensial di masa depan. Sepanjang Garuda Select musim kedua, dia menorehkan delapan gol dalam 14 pertandingan atau hanya kalah dari Bagus Kahfi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA