Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 17

Analisis dan Evaluasi Menyeluruh

RA
Oleh Reza Adi Surya
Minggu 03 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 17 menceritakan evaluasi menyeluruh terkait penampilan tim lawan QPR U-18 dimana Garuda Select kalah 5-8.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Di episode kali ini, evaluasi menyeluruh dan mendetail menjadi menu utama skuad Garuda Select angkatan kedua. Dennis Wise dan Des Walker, merasa perlu memberikan tekanan ekstra dalam sejumlah aspek, menyusul hasil melawan Queens Park Rangers yang berujung banjir gol di kedua kubu.

"Kami kebobolan melalui gol yang buruk dan itu adalah hal yang mengecewakan. Satu hal yang tidak ingin saya lupakan adalah QPR bermain dengan sembilan pemain umur 18 tahun. Mereka semua masuk beasiswa tahun kedua. Kamu bisa lihat kekuatan fisik mereka sangat tinggi di tahun kedua. Itu adalah sesuatu yang harus saya hadapi. Itu juga sesuatu yang harus mereka hadapi," ujar Dennis Wise.

"Jangan terintimidasi siapa lawan kamu, cari tahu kekuatan dan kelemahan mereka. Sekarang tergantung mereka untuk berkembang. Berkembang menjadi pemuda, berkembangnya pengertian pemain lebih banyak," tambahnya.

Baik Wise maupun Walker menemukan beberapa kesalahan kecil tapi krusial, sehingga layak mendapatkan atensi khusus. Terutama soal penempatan posisi saat bertahan maupun saat membuka serangan, dan mengenai keberanian dalam berduel. Melalui rekaman video, Wise dan Des menunjukkan secara rinci pos-pos apa saja yang harus dibenahi.

"Kita akan lihat beberapa sikap kita ketika kemasukan gol. Itu karena kesalahan posisi, kurang kemauan untuk berada di posisi yang tepat. Secara keseluruhan kita buruk sebagai tim. Jadi kita akan coba melakukan lagi hal-hal dasar," ungkap Des Walker.

Salah satu pemain yang mendapat masukan dari Wise dan Walker adalah bek kiri, Edgard Amping. Dalam video analisis, Edgard terlihat sering kali dalam posisi yang salah ketika bertahan maupun saat membantu penyerangan.

"Saya dapat masukan dari coach Dennis tentang kesalahan saya di pertandingan sebelumnya melawan QPR," kata Edgard.

"Sangat penting untuk terlibat. Sangat penting untuk menunjukkan dimana kesalahan mereka. Tapi kita tak hanya menunjukkan kesalahan mereka saja, kita juga mengapresiasi sisi-sisi positif yang mereka lakukan selama pertandingan," ucap Wise.

"Ada beberapa poin yang harus kita tunjukkan kepada mereka. Saya rasa lebih baik dilakukan dalam ruangan tertutup. Jadi mereka bisa melihat sendiri. Mereka bisa melihat kesalahan mereka, ada beberapa hal yang kita tunjukkan kepada mereka," lanjut legenda Chelsea itu.

"Minggu lalu kita banyak kebobolan mudah. Saya rasa karena kita baru kembali dari Italia dimana mereka main teknik dan tubuh tak terlalu besar. Setelah kembali ke Inggris dan menyadari lawan mereka lebih kuat dan tangguh. Kita harus beradaptasi lagi," kata Wise.

Setelah melakukan analisis menyeluruh, Garuda Select bersiap menghadapi Sheffield United U-18. Tim lawan mengaku sama sekali tak tahu dengan gaya bermain Bagus Kahfi dkk.

"Kita memasuki pertandingan ini dengan buta kekuatan lawan. Kita belum pernah berhadapan dengan tim luar negeri. Ini akan menjadi pengalaman bagus untuk anak-anak," kata pelatih Sheffield United U-18, Derek Geary.

"Saya dulu pernah main bareng Des Walker di Sheffield Wednesday. Ketika itu saya masih anka muda yang datang dari Irlandia. Des membawa saya masuk. Sejujunya dia seorang yang brilian. Dia cukup meras dan menantang, tapi sebagai pemain muda, kamu antara tenggelam atau berenang. Itulah cara Des melihatnya," tambahnya.

Bek Garuda Select, Dodi Irawan akan berusaha menggalang pertahanan agar tak lagi mudah kebobolan seperti menghadapi QPR U-18. Salah satu hal yang ditekankan tim pelatih adalah bermain dengan rasa percaya diri.

"Kita diminta pelatih jangan main ragu-ragu. Kalau lawan main keras, ya keras. Pokoknya jangan takut dengan lawan. Hari ini maksimal 100 persen," kata Dodi.

Di ruang ganti pemain, Walker memberikan motivasi terakhir kepada anak asuhnya sebelum turun berlaga melawan Sheffield. Walker mengingatkan agar tak mengulangi kesalahan seperti lawan QPR U-18.

"Semua ingat pertandingan terakhir? Ini penting, karena kamu harus belajar. Secara individu, kita menangkan pertarungan kita. Kita maju ke depan. Dengan cara itu kita memenangkan pertandingan, dengan menekan balik mereka, dan bermain maju ke depan," papar Walker.

"Inilah pertarungan kalian. Tidak selalu mengenai memenangkan sundulan dan tekel, ini jug tentang permainan mengesankan kamu terhadap lawan. Terakhir, saya ingin kalian sudah belajar dari kesalahan-kesaalahan yang kalian lakukan. Semoga berhasil, nikmati pertandingan, dan lakukan hal yang tepat," lanjut Walker.

Pertandingan dimulai. Di babak pertama, permainan kedua tim masih berimbang. Ada satu peluang emas didapat Garuda Select. Rafli tinggal berhadapan dengan kiper usai memanfaatkan umpan terobosan Fajar. Sayang, bola hasil tendangannya melenceng di kanan gawang.

Memasuki babak kedua, Garuda Select tertinggal 0-1 lebih dulu. Tapi, keunggulan lawan hanya bertahan sebentar setelah sepakan Bagus Kahfi mengoyak gawang Sheffield United U-18. Bahkan, sontekan Rafli di kotak penalti berhasil membawa Garuda Select unggul 2-1. Sayangnya, kelengahan pemain membuat Sheffield United U-18 bisa mencetak dua gol tambahan dan laga berakhir 2-3.

"Menurut saya, sangat tidak beruntung mendapatkan hasil di pertandingan ini. Di babak pertama kita tidak mengoper bola dengan baik, terutama tiga pemain tengah kita, Rafli, Brylian, dan David. Umpan mereka tidak bagus hari ini," kata Wise.

"Mereka berjuang dengan baik, bisa terlihat mereka nyaris menang. Saya ingin sikap seperti itu. Ini adalah bagian dari kebersamaan. Gol yang bersang ke gawang kita berasal dari kesalahan individu buruk," tambah Wise.

"Di babak kedua, gol kemasukan yang sangat mudah. Mereka tidak merancang gol. Kita berikan kepada mereka, kita berikan mereka gol karena kesalahan kita. Kita harus menyalahkan diri sendiri, karena mereka ," tandas Walker.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 17 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA