Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 18

Kembalinya Andre 'Kobra' Oktaviansyah

RA
Oleh Reza Adi Surya
Minggu 03 Mei 2020
share
(Dok: Mola TV)

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 18 bercerita tentang comeback Andre 'Kobra' Oktaviansyah yang sudah bisa berlatih setelah cedera panjang. Diceritakan pula pemain-pemain mendapat kursus pelatih level FA.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Anak-anak Garuda Select mendapatkan pengalaman baru mengikuti kursus kepelatihan Level 1 FA. Meski masih muda, ilmu ini bisa bermanfaat di masa depan sekaligus melihat cara pandang berbeda mengenai sepak bola.

"Ini adalah kursus pertama yang pelatih harus lakukan di Inggris untuk bisa dapat melatih sebuah tim dari berbagai level terutama di grassroot. Ini memberikan perspektif berbeda, memberikan perspektif dari sisi pelatih," ujar country coach developer technical director FA, Steve Pritchard.

"Mereka sangat aktif hari ini dan saya rasa kemarin mereka baru saja bertanding, jadi hari ini mereka masih bersemangat dan sangat tekun mengikuti prosesnya," tambah Pritchard.

Pengalaman baru ini disambut positif bek Garuda Select, Edgard Amping. Mendapat kesempatan kursus pelatih tak ingin disia-siakan pemain yang berposisi di bek kiri itu.

"Belum pernah, tapi karena di sini diberikan kesempatan belajar menjadi pelatih ya diikuti, siapa tahu nanti rezekinya jadi pelatih," ujar Edgard.

"Kursus kepelatihan yang mereka lakukan di sini bersama FA jelas akan membantu pengertian mereka tentang permainan. Ketika saya memulai kursus kepelatihan, saya jadi melihat permainan dengan cara berbeda. Mulai mengambil pelajaran dari sudut pandang pelatih daripada hanya memainkan saja," ujar asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Di episode kali ini juga menceritakan kondisi Andre yang sudah mendapat lampu hijau dari tim dokter untuk berlatih. Bersama pelatih fisik dan fisioterapis, Andre menjalani latihan terpisah untuk mengembalikan kebugarannya.

Andre mengalami cedera saat memperkuat Garuda Select Season Pertama melawan Blackburn U-17. Dia sempat menjalani operasi pada April lalu dan melakukan masa rehabilitasi.

"Andre telah mendapatkan izin dari dokter yang mengoperasinya. Ini berita bagus untuk dia. Tidak lama lagi dia bisa bermain. Sekarang dia bersama saya untuk mengembalikan lagi kebugarannya. Sangat banyak berlari dan bekerja keras," ujar pelatih fisik, Jake Fitzsimmons.

"Dia tahu sedang memasuki tahap akhir rehabilitasi dan selama dia memercayai orang di sekitarnya, kita akan capai titik akhir bersama. Dia melakukannya dengan cukup bagus dan mudah," timpal fisioterapis Garuda Select, Macauley Spurling.

Sebagai mantan pemain, pelatih Garuda Select, Des Walker paham betul rasanya cedera lama dan tak bisa bermain sepak bola. Walker memuji sikap Andre yang tetap tersenyum dan bisa menerima kondisinya dengan lapang dada.

"Pasti ini merupakan periode frustrasi untuk dia. Tidak bisa main delapan hingga sembilan bulan. Dia hanya bisa menyaksikan rekannya bermain dari pinggir lapangan. Sepak bola adalah tentang bermain sepak bola. Senang bisa melihat dia kembali. Dia selalu tersenyum. Semoga dua atau tiga pekan lagi dia bisa tampil," ungkap Walker.

Bisa kembali berlatih membuat Andre bersemangat. Dia sudah gatal ingin kembali ke lapangan bermain bersama rekan-rekan setim. Tapi, dibutuhkan waktu dua atau tiga pekan bagi Andre untuk bisa bertanding lagi.

"Latihan hari ini seperti biasa, seperti latihan yang saya jalani dengan coach Jake, fokus ke fisik. Mungkin tidak terlalu berat, karena beberapa hari lalu sudah menjalani latihan berat," kata Andre.

"Dapat panggilan lagi masuk Garuda Select antara senang dan takut, karena cedera saya belum sembuh total. Takutnya tim pelatih kecewa karena pemulihannya tidak total. Tapi akhirnya memberanikan diri saja dan bisa ikut proses rehabilitasi lagi dengan (fisioterapis) Macauley Spurling," ucap Andre.

Tak bisa bermain dalam waktu lama membuat Andre bosan. Apalagi sesi latihan yang dijalaninya terasa monoton. Melihat rekan-rekannya bermain dari pinggir lapangan sedikit membuat Andre tersiksa.

"Yang jelas pasti bosan karena latihannya itu-itu saja. Setiap ada pertandingan, melihat teman-teman main, jadi ingin main juga. Sekarang sudah dapat lampu hijau dari dokter dan semoga bisa segera main," tambah Andre.

Setelah kembali ke Inggris usai sebulan menempa diri di Italia, Garuda Select belum bisa meraih kemenangan. Mereka dikalahkan QPR U-18 dan Sheffield United U-18. Kali ini mereka akan berhadapan dengan Huddersfield Town U-18.

"Huddersfield memiliki identitas dan filosofi yang jelas. Kita suka bermain bola cepat ke depan, agresif, dan penguasaan bola yang bagus serta bertarung. Hal-hal ini yang ingin kita implementasikan hari ini," kata pelatih Huddersfield Town U-18, Jon Worthington.

"Menurut saya Garuda Select cukup teknikal dan terorganisir, dan saya rasa juga akan bermain dan menekan dengan agresif," tambahnya.

Walker ingin anak asuhnya belajar dari pengalaman saat dikalahkan QPR 5-8. Dodi Irawan dkk. banyak melakukan kesalahan terutama dalam hal pengaturan posisi saat bertahan dan menyerang.

"Semoga kita telah belajar dari 45 menit pertama melawan QPR. Jika kamu tidak kompetitif seperti lawan QPR, kamu tidak bisa memenangkan pertandingan. Tiga pemain tengah kita harus mempertahankan bola," ujar Walker

Pertandingan dimulai. Garuda Select memulai dengan cukup baik. Mereka lebih berani bertarung dengan lawan meski kalah dari segi postur. Garuda Select menutup babak pertama dengan skor 1-0 berkat gol indah Bagus Kahfi. Dia mengecoh dua pemain lawan melalui gerakan memutar dan menaklukkan kiper lawan.

Di babak kedua, permainan Garuda Select tak kendor. Mereka bisa meredam pergerakan pemain Huddersfield Town U-18. Alhasil, Garuda Select leluasa membangun serangan dan menambah dua gol lagi melalui Bagus Kahfi dan tendangan bebas David Maulana. Skor 3-0 berakhir hingga laga usai.

"Saya sangat senang, dari cara mereka menekan, cara mereka menunjukkan permainan satu arah. Secara grup dan kolektif, mereka melakukannya dengan sangat bagus," ujar direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise.

"Kamu melihat ukuran fisik dari pemain Huddersfield, ada beberapa pemain beasiswa tahun kedua, artinya mereka berusia 18 tahun," katanya.

Pujian juga datang dari Walker. Dia menyebut, anak asuhnya sudah belajar dari kesalahan saat melawan QPR U-18, terutama soal posisi pemain.

"Bagus, sempurna. Hasil yang bagus, tapi lebih dari itu, formasinya sempurna. Ketika tidak menguasai bola, semua kembali ke posisinya. Menurut saya semua melakukan tugasnya dengan baik hari ini. Kalian harus bangga dengan diri kalian," ungkap Walker.

Berhasil mencetak dua gol, Bagus tak jemawa. Dia menilai, semua yang terjadi di laga melawan Huddersfield Town U-18 merupakan kerja keras tim.

"Dua gol ini tak luput dari bantuan dan kerja sama tim. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang tampil bagus. Alhamdulillan kita bisa menang dan clean sheet," tutur Bagus.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 18 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA