Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 19

Kejutan di Hari Ulang Tahun Brylian Aldama

RA
Oleh Reza Adi Surya
Selasa 05 Mei 2020
share
(Dok: Mola TV)

INILAHCOM, Jakarta - Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 19 bercerita tentang perjalanan karier Brylian Aldama hingga kisah sedih ketika ditinggal mama untuk selamanya. Selain itu, ada kejutan di hari ulang tahun Brylian.

Dream Chasers adalah program original Mola TV dimana kita dapat dilihat perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia.

Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris.

Episode ini dimulai soal perjalanan karier Brylian. Pemain asal Surabaya ini punya mimpi bermain di Eropa, terutama bersama Chelsea, klub idolanya. Ada alasan tertentu mengapa Brylian akhirnya menyukai sepak bola.

"Sepak bola bukan hanya sekadar sepak bola saja. Di dalamnya banyak pelajaran, mulai dari agama, respect, fair play, dan itu yang membuat saya tertarik cita-cita menjadi pesepakbola," ungkap Brylian.

"Saya suka Chelsea. Kemarin bisa lihat langsung pertandingan Chelsea rasanya senang banget, biasanya cuma nonton di tv, main di PlayStation, tapi kemarin bisa nonton di pinggir lapangan langsung. Semoga lima tahun ke depan bisa main di sana," ujar Brylian.

Brylian juga menceritakan soal mamanya yang meninggal dunia saat sedang memperkuat Timnas Indonesia U-16 di ajang Piala AFF U-16.

"Sebelum turnamen AFF U-16, ada TC (pemusatan latihan) di Jakarta, saya disuruh berangkat. Tapi saat itu posisinya orangtua saya (mama) sudah sakit. Saya disuruh berangkat juga, akhirnya saya berangkat. Setelah saya menjalani TC, orangtua saya masuk ICU, tapi keluarga saya sengaja tidak memberitahu mama saya sudah masuk ICU. Mereka beralasan agar saya bisa fokus di tim nasional," ungkap Brylian.

"Setelah itu, satu minggu berjalan TC, saya ditelepon pelatih saya meminta saya pulang. Dia tak memberitahu alasannya kenapa. Setelah itu papa saya juga menelepon, dia meminta saya pulang untuk bertemu mama saya untuk terakhir kalinya. Saya bilang, saya tidak bisa pulang karena ada tugas negara," katanya.

"Kemudian, pelatih Fakhri Husaini juga menelepon saya minta saya pulang saat itu juga dan dibelikan tiket pesawat. Sampai di rumah sakit, saya baca surat Yasin, tapi setelah itu orangtua saya sudah tidak ada (meninggal)," lanjut Brylian.

Brylian adalah satu dari lima pemain Garuda Select Season Satu yang kembali dipanggil masuk skuad Season Dua. Ada alasan tersendiri mengapa Brylian dipercaya lagi masuk ke skuad Garuda Select. Kualitas mumpuni di lini tengah membuat tim pelatih Des Walker dan Dennis Wise membutuhkan tenaganya lagi.

"Dia pemain tengah bagus, pengumpan bagus. Masih banyak yang harus dia pelajari tapi dia seseorang yang ambil pelajaran. Dia terus berusaha menjadi pemain yang lebih baik dan itu adalah sifat yang bagus," kata Des Walker.

"Sejak hari pertama latihan, saya melihat dia bekerja untuk menjadi pemain terbaik dan ingin menjadi pemain terbaik," tambahnya.

Sebelum berhadapan dengan Preston North End U-18, para pemain melakukan latihan seperti biasa. Ada beberapa faktor yang ditekankan tim pelatih. Mereka tak boleh takut berduel dengan lawan. Selain itu, mereka harus mewaspadai gaya permainan lawan yang mengandalkan bola panjang.

"Gaya mereka adalah bermain efektif tapi di saat bersamaan kita ingin menerapkan gaya kita kepada mereka. Untuk melakukan itu, kita harus bisa mengatasi cara mereka," kata direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise.

"Coach Dennis memberi tahu permainan Preston mengandalkan bola panjang. Mereka punya kekuatan fisik dan kecepatan. Jadi kita harus bisa mengantisipasi bola jauh dari kiper," kata bek Garuda Select, Kakang Rudianto.

Sebelum laga melawan Preston North End U-18, keluarga Brylian terbang langsung dari Indonesia ke Inggris untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun ke-18 Brylian. Brylian, yang saat itu sedang wawancara dengan Mola TV, tampak terkejut dan tak bisa menahan rasa haru.

Sambil membawa kue ulang tahun, ayah, kakak, dan adik perempuan Brylian memberikan kejutan tak terduga.

"Sukses terus ya nak, selamat ulang tahun dan sehat selalu," ucap sang ayah, Yusdianto, sambil terus memeluk Brylian.

"Terima masih. Kok bisa sampai sini," ujar Brylian, sambil terisak.

"Ya Alhamdulillah bisa didatangkan ke sini. Bisa merayakan ulang tahun sama kamu. Tadi malam waktu WA (WhatsApp) dengan kamu papa sudah ada di sini. Tetap semangat ya," pesan Yusdianto kepada anak kedua dari tiga saudara tersebut.

Yusdianto mengaku bangga dengan perjalanan karier sang putra hingga kini. Yusdianto mengatakan, selalu mendampingi Brylian sejak kecil hingga saat ini bisa berada di Inggris bersama Garuda Select.

"Kalau saya pribadi senang banget, bahagia dengan kariernya mulai dari awal sampai sekarang. Kariernya terus meningkat. Saya selalu mendampinginya sejak kecil, mulai dari susah hingga saat ini dia bisa pergi ke Inggris masuk ke Garuda Select. Saya sangat bangga dan bahagia sekali," ujar Yusydianto.

Akhirnya tiba pertandingan melawan Preston North End U-18. Ini menjadi ujian bagus untuk Garuda Select jelang lawan tim-tim kuat, seperti Manchester City dan Leicester City.


"Preston adalah tim kategori 2. Kita pelan-pelan membangun jalan menuju kategori 1. Ada beberapa pertandingan akan datang seperti Reading, yang merupakan kategori 1, ada juga Arsenal, Leicester City, Norwich, dan Manchester City. Mereka bukan hanya bagus secara fisik, tapi juga teknik," kata Wise.

"Itu yang sedang kita bangun. Hari ini akan jadi ujian dari sudut pandang secara fisik dan juga mental. Jika bisa mengatasinya dengan kemampuan yang kita miliki di dalam tim, saya rasa kita bisa memberikan masalah," tambahnya.

Sementara itu, Preston North End U-18 menilai pertandingan melawan Garuda Select akan menjadi tantangan berbeda bagi tim.

"Kita memiliki tim muda yang datang, bermain, mengoper bola, kompetitif, seperti yang kita lakukan setiap minggu di liga. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus," ujar pelatih Preston North End U-18, Andy Fensome.

Des Walker berpesan kepada anak asuhnya agar tampil kompetitif sejak menit awal. Para pemain juga diminta sering memenangkan tekel, sundulan, dan bola kedua.

"Kita selalu ingin memenangkan pertandingan, sama halnya dengan mereka. Kita harus bertarung lebih dulu. Setelah menang pertarungan, kita ingin bermain dengan cara kita," ungkap Walker.

"Kita melakukan tekel, kita kompetitif. Minggu lalu kita melakukan dengan bagus. Kita menangkan bola. Tiga pemain tengah kita tak terhitung berapa kali berhasil merebut bola dari mereka. Yang terpenting kita memenangkan bola, kita melihat ke depan," katanya.

Pertandingan dimulai. Ini menjadi laga spesial untuk Brylian karena ditonton langsung keluarga yang berada di tribun. Sayang, Garuda Select tertinggal 0-1 terlebih dulu. Padahal mereka memulai laga dengan cukup baik. Tak lama berselang, Garuda Select berhasil menyamakan skor 1-1 berkat gol Bagus Kahfi. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Garuda Select tampil lebih baik. Umpan-umpan juga lebih akurat. Hasilnya, Garuda Select bisa menambah dua gol lagi melalui Bagus. Pemain berambut kribo itu mencetak hattrick di laga ini. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai.

"Kembali sebuah penampilan yang bagus. Sangat menyenangkan ketika kamu mengajarkan sesuatu dan mereka dengan cepat memahaminya. Apa yang kamu ingin mereka lakukan, mereka lakukan lemparan ke dalam yang bagus, mereka rapat ketika diperlukan merapat. Mereka beradaptasi dengan pemain yang mereka hadapi. Tiga pemain tengah sempurna," ujar Wise.

Pujian datang dari Preston North End U-18. Mereka menyebut Garuda Select memiliki teknik bermain bola yang bagus.

"Mereka bagus ketika menguasai bola, bagus secara teknik. Sebagai tim mereka main bagus dan memberikan ujian bagus untuk tim kita," ucap Fensome.

Program Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 19 dapat disaksikan langsung di aplikasi Mola TV secara gratis atau di situs Mola TV. Bagi yang berlangganan bisa sekaligus berpartisipasi ikut membantu penanganan Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA